بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Berkahlah Yang menurunkan al-Furqan kepada hamba-Nya, agar ia menjadi pemberi peringatan bagi seisi alam,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِtabaaraka lladzii nazzala l-furqaana 'alaa 'abdihiBerkahlah Yang menurunkan al-Furqan kepada hamba-Nya
  2. لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًاli-yakuuna li-l-'aalamiina nadziiranagar ia menjadi pemberi peringatan bagi seisi alam

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. تَبَارَكَtabaarakaMahasuci
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. نَزَّلَnazzalamenurunkan
  4. الْفُرْقَانَl-furqaanapembeda
  5. عَلَىٰ'alaaatas
  6. عَبْدِهِ'abdihihamba-Nya
  7. لِيَكُونَli-yakuunaagar ia menjadi
  8. لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam
  9. نَذِيرًاnadziiranpemberi peringatan

Inti bacaan

Al-Qur'an secara spesifik dinamai 'al-Furqan' (Sang Pembeda/Kriteria) yang diturunkan agar Nabi menjadi 'pemberi peringatan bagi seisi alam', bukan bagi satu suku atau bangsa saja. Konkretnya: cakupan universal ini ('li-l-'aalamiin') menyiratkan standar pembeda benar-salah yang diberikan di sini dimaksudkan berlaku sama bagi semua orang, terapkan secara adil kepada siapa pun, bukan secara selektif hanya kepada pihak luar sementara kelompokmu sendiri dikecualikan.

Penjelasan pilihan kata

'Tabaaraka' ('Berkahlah', akar brk, verba doksologis bentuk keenam): akar dan bentuk gramatikal yang sama persis dengan yang sudah dikoreksi di 23:14, dipertahankan konsisten tanpa 'Maha', mengikuti disiplin no-Maha untuk verba doksologis yang sudah berlaku di seluruh teks ini. 'Al-Furqan' (harfiah 'Sang Pembeda', akar frq) dipertahankan sebagai nama, tanpa menyisipkan penjelasan '(Al-Qur'an)' yang tak dinyatakan eksplisit oleh ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat pembuka surah ini menegaskan cakupan universal wahyu: diturunkan bukan untuk satu suku atau bangsa saja, melainkan agar pembawanya menjadi pemberi peringatan bagi seisi alam, standar pembeda benar-salah yang dimaksudkan berlaku sama bagi semua.

Renungan dan Hikmah

  • Verba doksologis 'tabaaraka' di sini adalah kemunculan ketiga yang dikunci tanpa 'Maha' dalam teks ini (setelah 20:114 dan 23:14), menegaskan bahwa disiplin ini diterapkan sistematis di setiap kemunculan akar yang sama, termasuk di surah yang baru dimulai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.