الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

Yang milik-Nya kerajaan langit dan bumi, tidak mengambil seorang anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan itu; dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkannya dengan penetapan yang tepat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِalladzii lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhiYang milik-Nya kerajaan langit dan bumi
  2. وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِwa-lam yattakhidz waladan wa-lam yakun lahu syariikun fii l-mulkitidak mengambil seorang anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan itu
  3. وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًاwa-khalaqa kulla syay'in fa-qaddarahu taqdiirandan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkannya dengan penetapan yang tepat

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. لَهُlahubaginya
  3. مُلْكُmulkukerajaan
  4. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  5. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  6. وَلَمْwa-lamdan tidak
  7. يَتَّخِذْyattakhidzmengambil
  8. وَلَدًاwaladananak
  9. وَلَمْwa-lamdan tidak
  10. يَكُنْyakunia menjadi
  11. لَهُlahubaginya
  12. شَرِيكٌsyariikunsekutu
  13. فِيfiidi
  14. الْمُلْكِl-mulkikerajaan
  15. وَخَلَقَwa-khalaqadan Dia menciptakan
  16. كُلَّkullasetiap
  17. شَيْءٍsyay'insesuatu
  18. فَقَدَّرَهُfa-qaddarahulalu Dia menentukannya
  19. تَقْدِيرًاtaqdiiranketetapan

Inti bacaan

Deskripsi otoritas mutlak: kepemilikan langit dan bumi, tanpa anak, tanpa sekutu, dan penciptaan segala sesuatu 'dengan tepat', presisi dalam penciptaan menegaskan desain yang cermat, bukan kebetulan acak.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan relative clause dari 25:1 tanpa penanda transisi tambahan: 'alladzii' ('Yang') di sini merujuk pada subjek yang sama dengan 'tabaaraka lladzii' sebelumnya. 'Qaddarahu taqdiiran' ('menetapkannya dengan penetapan yang tepat', akar qdr) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan pembukaan surah dengan deskripsi otoritas mutlak (kepemilikan langit dan bumi, tanpa anak, tanpa sekutu), ditutup dengan penciptaan yang presisi, bukan kebetulan acak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyangkal tiga hal berurutan: tidak mengambil anak, tidak ada sekutu dalam kerajaan-Nya. Berderet. Setiap anggapan yang mungkin ditutup satu per satu.
  • Dia menyebut Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkannya. Dua langkah. Mencipta saja belum selesai tanpa menentukan ukurannya.
  • Kata yang dipakai penetapan yang tepat. Bukan sekadar ditetapkan. Yang ada bukan hasil kebetulan, dan bukan pula hasil pilihan yang asal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.