Ayat 25:7

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا

Dan mereka berkata, "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat, agar ia menjadi pemberi peringatan bersamanya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِwa-qaaluu maali haadzaa r-rasuuli ya'kulu th-tha'aama wa-yamsyii fii l-aswaaqidan mereka berkata, mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar
  2. لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًاlawlaa unzila ilayhi malakun fa-yakuuna ma'ahu nadziiranmengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat, agar ia menjadi pemberi peringatan bersamanya

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. مَالِmaaliharta
  3. هَٰذَاhaadzaaini
  4. الرَّسُولِr-rasuuliRasul
  5. يَأْكُلُya'kulumemakan
  6. الطَّعَامَth-tha'aamamakanan
  7. وَيَمْشِيwa-yamsyiidan berjalan
  8. فِيfiidi
  9. الْأَسْوَاقِl-aswaaqipasar
  10. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  11. أُنْزِلَunziladiturunkan
  12. إِلَيْهِilayhikepadanya
  13. مَلَكٌmalakunmalaikat
  14. فَيَكُونَfa-yakuunamaka jadilah
  15. مَعَهُma'ahubersamanya
  16. نَذِيرًاnadziiranpemberi peringatan

Inti bacaan

Keberatan tentang kesederhanaan pembawa pesan: 'mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?', ekspektasi bahwa pembawa kebenaran seharusnya berbeda secara supernatural dari manusia biasa, sebuah bias yang menghalangi penerimaan.

Penjelasan pilihan kata

'Ya'kulu t-ta'aama wa-yamshii fii l-aswaaqi' ('memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar'): keberatan terhadap kemanusiaan biasa pembawa pesan, pola argumen yang sama dengan keberatan 'hanya manusia biasa' yang sudah muncul di surah-surah lain.

Tafsiran

Keberatan ini menuntut agar pembawa kebenaran tampil secara supernatural berbeda dari manusia biasa: sebuah ekspektasi yang justru dipakai sebagai alasan menolak, bukan sebagai standar yang masuk akal.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan mereka: rasul ini makan dan berjalan di pasar. Dua hal yang dilakukan semua orang. Yang membuat mereka menolak justru bahwa ia sama seperti mereka.
  • Mereka menuntut malaikat diturunkan untuk menjadi pemberi peringatan bersamanya. Bukan menggantikan. Yang diminta tanda yang menyertai, supaya bisa dibedakan dari manusia biasa.
  • Ukuran yang Allah rekam dari mulut mereka keanehan, bukan kebenaran. Yang biasa dianggap tak berwibawa. Utusan yang hidup seperti yang diutusi justru yang paling bisa diikuti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-s-l, a-k-l, t-'-m, m-sh-y, s-w-q, n-z-l, m-l-k, k-w-n, n-dz-r): ya'kulu t-ta'aam diterjemahkan 'memakan makanan' (akar '-k-l + akar t-'-m); yamshii fii l-aswaaq diterjemahkan 'berjalan di pasar' (akar m-sh-y + akar s-w-q); malak diterjemahkan 'malaikat' (akar m-l-k); nadhiir diterjemahkan 'pemberi peringatan' (akar n-dz-r), keberatan bashar (rasul yang makan/ke pasar, cf. 23:33). gloss '(Nabi Muhammad)/(agar malaikat)' dibuang.

Ayat 25:8

أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا

atau dilemparkan kepadanya harta karun, atau ada kebun baginya yang ia makan darinya?" Dan orang-orang zalim berkata, "Kalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang tersihir."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَاaw yulqaa ilayhi kanzun aw takuunu lahu jannatun ya'kulu minhaaatau dilemparkan kepadanya harta karun, atau ada kebun baginya yang ia makan darinya
  2. وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًاwa-qaala zh-zhaalimuuna in tattabi'uuna illaa rajulan mashuurandan orang-orang zalim berkata, kalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang tersihir

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أَوْawatau
  2. يُلْقَىٰyulqaadilemparkan
  3. إِلَيْهِilayhikepadanya
  4. كَنْزٌkanzunharta terpendam
  5. أَوْawatau
  6. تَكُونُtakuunumenjadi
  7. لَهُlahubaginya
  8. جَنَّةٌjannatuntaman
  9. يَأْكُلُya'kulumemakan
  10. مِنْهَاminhaadarinya
  11. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  12. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
  13. إِنْinjika
  14. تَتَّبِعُونَtattabi'uunakalian mengikuti
  15. إِلَّاillaakecuali
  16. رَجُلًاrajulanseorang lelaki
  17. مَسْحُورًاmashuuranorang yang tersihir

Inti bacaan

Tuntutan bukti materi yang berlebihan (harta karun, kebun) disertai tuduhan personal: 'lelaki yang tersihir', standar bukti yang terus meningkat mengungkap bahwa masalahnya bukan kekurangan bukti, melainkan penolakan yang mendasar.

Penjelasan pilihan kata

'Mashuuran' ('yang tersihir', akar sHr): tuduhan yang sama polanya dengan tuduhan 'kegilaan' (jinnah) yang sudah muncul di 23:70, sama-sama menyerang kondisi personal pembawa pesan ketimbang substansi pesan.

Tafsiran

Ayat ini menaikkan tuntutan bukti materi (harta karun, kebun) sekaligus menutup dengan tuduhan personal: pola yang menyingkap bahwa masalahnya bukan kekurangan bukti, melainkan penolakan mendasar yang terus mencari alasan baru.

Renungan dan Hikmah

  • Tuduhan 'tersihir' di sini mengikuti pola yang sama dengan tuduhan 'kegilaan' (jinnah) di 23:70, dua tuduhan berbeda kata namun sama fungsinya: menyerang kondisi personal pembawa pesan ketimbang berhadapan langsung dengan substansi yang disampaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-q-y, k-n-z, k-w-n, j-n-n, a-k-l, q-w-l, zh-l-m, t-b-', r-j-l, s-h-r): kanz diterjemahkan 'harta karun' (akar k-n-z); jannah diterjemahkan 'kebun'; rajulan mashuuran diterjemahkan 'lelaki yang tersihir' (akar r-j-l + akar s-h-r, tuduhan sihir, cf. 23:70 jinnah). Selaras.