Ayat 25:13

وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di dalamnya dalam keadaan dibelenggu, mereka di sana menyeru kebinasaan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَwa-idzaa ulquu minhaa makaanan dhayyiqan muqarraniinadan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di dalamnya dalam keadaan dibelenggu
  2. دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًاda'aw hunaalika tsubuuranmereka di sana menyeru kebinasaan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. أُلْقُواulquumereka dilemparkan
  3. مِنْهَاminhaadarinya
  4. مَكَانًاmakaanantempat
  5. ضَيِّقًاdhayyiqansempit
  6. مُقَرَّنِينَmuqarraniinayang dibelenggu
  7. دَعَوْاda'awmereka menyeru
  8. هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
  9. ثُبُورًاtsubuurankebinasaan

Inti bacaan

Kondisi yang menyesakkan: 'dilemparkan ke tempat yang sempit. dalam keadaan dibelenggu, mereka menyeru kebinasaan', keputusasaan total yang membuat kematian sendiri menjadi sesuatu yang diharapkan sebagai pelarian.

Penjelasan pilihan kata

'Muqarraniina' ('dibelenggu', harfiah 'diikat bersama', akar qrn) dipertahankan literal. 'Da'aw...tsubuuran' ('menyeru kebinasaan', akar dEw+vbr): seruan yang menandai keputusasaan total.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran dengan detail fisik yang menyesakkan (ruang sempit, keterikatan), hingga titik di mana kematian sendiri, bukan kehidupan, menjadi sesuatu yang diinginkan sebagai pelarian.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tempatnya sempit. Bukan panas. Yang disebut pertama sesaknya, bukan apinya.
  • Kata yang dipakai dibelenggu, harfiahnya diikat bersama. Berdempetan. Yang dahulu berkumpul di atas kebatilan dikumpulkan lagi.
  • Allah menyebut mereka menyeru kebinasaan. Bukan meminta ampun. Yang diminta bukan keluar, melainkan berhenti ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-q-y, k-w-n, d-y-q, q-r-n, d-'-w, ts-b-r): ulquu diterjemahkan 'dilemparkan' (akar l-q-y); makaan dayyiq diterjemahkan 'tempat sempit' (akar d-y-q); muqarraniin diterjemahkan 'dibelenggu (diikat bersama)' (akar q-r-n); da'aw thubuuran diterjemahkan 'menyeru kebinasaan' (akar d-'-w + akar ts-b-r). gloss '(di neraka)' + footnote dibuang.

Ayat 25:14

لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا

Janganlah kalian pada hari ini menyeru satu kebinasaan, tetapi serulah kebinasaan yang banyak.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًاlaa tad'uu l-yawma tsubuuran waahidanjanganlah kalian pada hari ini menyeru satu kebinasaan
  2. وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًاwa-d'uu tsubuuran katsiirantetapi serulah kebinasaan yang banyak

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَاlaajanganlah
  2. تَدْعُواtad'uukalian menyeru
  3. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  4. ثُبُورًاtsubuurankebinasaan
  5. وَاحِدًاwaahidansatu
  6. وَادْعُواwa-d'uudan panggillah
  7. ثُبُورًاtsubuurankebinasaan
  8. كَثِيرًاkatsiiranbanyak

Inti bacaan

Respons ironis terhadap seruan tersebut: 'Janganlah kalian menyeru satu kebinasaan, tetapi serulah kebinasaan yang banyak', bahkan harapan akan pelarian melalui kematian tidak lagi tersedia, karena kondisi tersebut sudah bersifat final dan berkelanjutan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini adalah jawaban langsung tanpa penanda pembicara eksplisit terhadap seruan 'kebinasaan' di 25:13: pergeseran dari narasi ke sapaan langsung, konsisten dengan pola yang sudah berlaku di tempat lain dalam teks ini.

Tafsiran

Respons ironis ini menutup kemungkinan pelarian lewat kematian tunggal, bahkan harapan akan satu akhir sudah tidak lagi relevan, karena kondisi yang dihadapi bersifat final dan berkelanjutan, bukan satu peristiwa yang bisa dilalui lalu berakhir.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ثُبُورًا terpakai tiga kali di dua surah: 25:13, 25:14, dan 84:11. Yang menarik letaknya, dua dari tiga berdempetan di sini, dan yang di 84:11 berbentuk laporan tentang orang ketiga (“maka dia akan menyeru kebinasaan”). Cuma di ayat ini kata itu diucapkan sebagai perintah, dan yang memerintahkan bukan yang menyeru.
  • Perintahnya sendiri janggal dua lapis. Pertama ia melarang lalu menyuruh hal yang sama persis, cuma bilangannya diganti: satu jadi banyak. Kedua, yang disuruh perbanyak justru seruan yang tak akan dikabulkan, sebab kalau ia dikabulkan sekali saja, tak akan ada yang tersisa untuk menyerukannya berkali-kali. Kata sepupunya di 17:102 (مَثْبُورًا) dipakai Musa untuk Firaun yang saat itu masih berkuasa penuh, jadi akar ini memang menandai kebinasaan yang dinyatakan lebih dulu, sebelum kelihatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, y-w-m, ts-b-r, w-h-d, k-ts-r): tad'uu diterjemahkan 'menyeru' (akar d-'-w); thubuur diterjemahkan 'kebinasaan' (akar ts-b-r). gloss '(Akan dikatakan kepada mereka,)' dibuang.