قَالُوا سُبْحَانَكَ مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا الذِّكْرَ وَكَانُوا قَوْمًا بُورًا
Mereka berkata, "Mahasuci Engkau; tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung-pelindung selain Engkau; tetapi Engkau memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hingga mereka melupakan peringatan, dan mereka menjadi kaum yang binasa."
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالُوا سُبْحَانَكَqaaluu subhaanakamereka berkata, Mahasuci Engkau
- مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَmaa kaana yanbaghii lanaa an nattakhidza min duunika min awliyaa'atidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung-pelindung selain Engkau
- وَلَٰكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا الذِّكْرَwa-laakin matta'tahum wa-aabaa'ahum hattaa nasuu dz-dzikratetapi Engkau memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hingga mereka melupakan peringatan
- وَكَانُوا قَوْمًا بُورًاwa-kaanuu qawman buurandan mereka menjadi kaum yang binasa
Terjemahan per kata (21 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- سُبْحَانَكَsubhaanakaMahasuci Engkau
- مَاmaatidaklah
- كَانَkaanaadalah
- يَنْبَغِيyanbaghiipantas
- لَنَاlanaabagi kami
- أَنْanuntuk
- نَتَّخِذَnattakhidzaKami mengambil
- مِنْmindari
- دُونِكَduunikaselainmu
- مِنْmindari
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- مَتَّعْتَهُمْmatta'tahumEngkau memberi mereka kesenangan
- وَآبَاءَهُمْwa-aabaa'ahumdan bapak-bapak mereka
- حَتَّىٰhattaasampai
- نَسُواnasuumereka melupakan
- الذِّكْرَdz-dzikraperingatan
- وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
- قَوْمًاqawmankaum
- بُورًاbuuranbinasa
Inti bacaan
Jawaban jujur para objek yang disembah: 'tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau', bahkan mereka yang dijadikan sesembahan menolak tanggung jawab, mengembalikan kesalahan sepenuhnya kepada pilihan bebas para penyembah yang terlena kenikmatan.
Penjelasan pilihan kata
'Subhaanaka' ('Mahasuci Engkau', akar sbH) dikonfirmasi morfologi sebagai bentuk genuine dari akar subhaana, dipertahankan sesuai satu-satunya pengecualian terkunci dalam disiplin no-Maha proyek ini. 'Dz-dzikra' ('peringatan', akar dz-k-r) dipertahankan konsisten sebagai facet inti dzikir di seluruh teks ini.
Tafsiran
Jawaban objek-objek yang disembah ini menyangkal tegas peran yang dituduhkan: mereka bahkan tidak pernah dijadikan pelindung yang sah menurut kehendak mereka sendiri, dan mengembalikan sepenuhnya kesalahan kepada penyembah yang terlena kenikmatan hingga lupa akan peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Jawaban ini menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada pilihan bebas para penyembah, bukan pada objek yang disembah, bahkan objek sesembahan sendiri menyangkal peran itu, sebuah pembalikan yang menegaskan bahwa kesesatan pada akhirnya adalah pilihan, bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, s-b-h, k-w-n, b-gh-y, a-kh-dz, d-w-n, w-l-y, m-t-', a-b-w, n-s-y, dz-k-r, q-w-m, b-w-r): maa kaana yanbaghii lanaa an nattakhidha min duunika min awliyaa' diterjemahkan 'tidak pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau' (akar b-gh-y + akar w-l-y), tuhan-palsu MENYANGKAL diambil sebagai awliyaa' (peran-disangkal versi berhala); matta'tahum diterjemahkan 'memberi kenikmatan' (akar m-t-'); nasuu dh-dhikr diterjemahkan 'melupakan peringatan' (akar n-s-y + akar dz-k-r); buuran diterjemahkan 'binasa' (akar b-w-r). gloss '(yang disembah itu)' + footnote dibuang.