فَقَدْ كَذَّبُوكُمْ بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا ۚ وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا
Sungguh, mereka telah mengingkari apa yang kalian katakan. Maka kalian tidak akan mampu menolak dan tidak mampu menolong diri kalian. Dan siapa di antara kalian yang berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya azab yang besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَقَدْ كَذَّبُوكُمْ بِمَا تَقُولُونَfa-qad kadzdzabuukum bi-maa taquuluunasungguh, mereka telah mengingkari apa yang kalian katakan
- فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًاfa-maa tastathii'uuna sharfan wa-laa nashranmaka kalian tidak akan mampu menolak dan tidak mampu menolong diri kalian
- وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًاwa-man yazhlim minkum nudziqhu 'adzaaban kabiirandan siapa di antara kalian yang berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya azab yang besar
Terjemahan per kata (15 kata)
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- كَذَّبُوكُمْkadzdzabuukummereka mendustakan kalian
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَقُولُونَtaquuluunakalian mengatakan
- فَمَاfa-maamaka tidak
- تَسْتَطِيعُونَtastathii'uunakalian mampu
- صَرْفًاsharfanmenolak
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَصْرًاnashranpertolongan
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَظْلِمْyazhlimmenzalimi
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- نُذِقْهُnudziqhuKami mencicipkan kepadanya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- كَبِيرًاkabiiranyang besar
Inti bacaan
Konsekuensi tegas: 'mereka telah mengingkari apa yang kalian katakan. kalian tidak akan dapat menolak azab', momen ketika dukungan yang diharapkan justru menghilang, menyingkap kerapuhan fondasi yang dibangun di atas kepercayaan yang salah.
Penjelasan pilihan kata
'Kadzdzabuukum' ('mereka mengingkari kalian'): subjek 'mereka' merujuk pada objek-objek sesembahan yang baru berbicara di 25:18, dipertahankan sebagai kata ganti tanpa disisipkan ulang '(yang disembah itu)'. 'Sarfan wa-laa nasran' ('menolak dan tidak menolong') dipertahankan tanpa objek '(azab)' yang tak disebut eksplisit oleh kata kerja itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup dialog dengan konsekuensi tegas: dukungan yang diharapkan dari objek sesembahan justru menghilang tepat saat paling dibutuhkan, menyingkap kerapuhan fondasi yang dibangun di atas kepercayaan yang salah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sesembahan itu mengingkari apa yang mereka katakan. Yang diandalkan justru yang pertama membantah. Sandaran yang tak pernah diuji memang cuma bertahan sampai hari ketika ia benar-benar diperlukan.
- Dua hal disebut tidak bisa mereka kerjakan: menolak, dan menolong diri sendiri. Yang kedua lebih telak. Orang yang tak sanggup menolong dirinya sendiri sudah pasti tak pernah bisa menolong siapa pun yang bersandar padanya.
- Kalimat penutupnya berpindah ke perorangan: siapa di antara kalian yang berbuat zalim. Allah memecah kerumunan itu satu per satu. Yang tadinya percakapan antargolongan berakhir sebagai keterangan tentang masing-masing orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. contr. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.