وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا

Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat, atau kita melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri dalam diri mereka dan benar-benar melampaui batas.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَاwa-qaala lladziina laa yarjuuna liqaa'anaadan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata
  2. لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَاlawlaa unzila 'alaynaa l-malaa'ikatu aw naraa rabbanaamengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat, atau kita melihat Tuhan kita
  3. لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًاla-qadi stakbaruu fii anfusihim wa-'ataw 'utuwwan kabiiransungguh mereka telah menyombongkan diri dalam diri mereka dan benar-benar melampaui batas

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. لَاlaatidak
  4. يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
  5. لِقَاءَنَاliqaa'anaapertemuan dengan Kami
  6. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  7. أُنْزِلَunziladiturunkan
  8. عَلَيْنَا'alaynaakepada kami
  9. الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
  10. أَوْawatau
  11. نَرَىٰnaraakami melihat
  12. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  13. لَقَدِla-qadisungguh
  14. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  15. فِيfiidalam
  16. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  17. وَعَتَوْاwa-'atawdan mereka menyombongkan diri
  18. عُتُوًّا'utuwwankesombongan
  19. كَبِيرًاkabiiranyang besar

Inti bacaan

Tuntutan berlebihan: 'Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau kita melihat Tuhan kita?' dinilai sebagai kesombongan, permintaan bukti yang melampaui batas wajar sering menyingkap arogansi yang tersembunyi di baliknya.

Penjelasan pilihan kata

'Liqaa'anaa' ('pertemuan dengan Kami', akar lqy) dipertahankan tanpa menyisipkan '(di akhirat)': konteks pertemuan sudah jelas dari pola pembicaraan tentang keberatan-keberatan seputar wahyu tanpa perlu penanda waktu tambahan. 'Istakbaruu' ('menyombongkan diri', akar kbr): akar yang sama dengan tuduhan kesombongan Firaun (23:46) dan kelompok penolak lain di surah-surah sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini mengangkat tuntutan bukti ke level tertinggi (melihat malaikat atau Tuhan secara langsung), namun teks segera membalikkan tuntutan itu sebagai bukti kesombongan tersembunyi, bukan kehausan akan bukti yang tulus.

Renungan dan Hikmah

  • 'Istakbaruu' di sini adalah akar yang sama dengan kesombongan Firaun (23:46) dan kelompok-kelompok penolak lain, pola watak yang sama muncul lintas kisah berbeda, menegaskan bahwa tuntutan bukti berlebihan sering berakar dari kesombongan, bukan keraguan tulus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. contr. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.