أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

Para penghuni taman pada hari itu lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat istirahatnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّاash-haabu l-jannati yawma'idzin khayrun mustaqarranpara penghuni taman pada hari itu lebih baik tempat tinggalnya
  2. وَأَحْسَنُ مَقِيلًاwa-ahsanu maqiilandan lebih indah tempat istirahatnya

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. أَصْحَابُash-haabupenghuni
  2. الْجَنَّةِl-jannatitaman
  3. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  4. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  5. مُسْتَقَرًّاmustaqarrantempat menetap
  6. وَأَحْسَنُwa-ahsanudan lebih baik
  7. مَقِيلًاmaqiilantempat istirahat

Inti bacaan

Kontras yang menenangkan: 'penghuni surga pada hari itu lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat istirahatnya', hasil akhir yang jauh berbeda bagi mereka yang memilih jalan konsisten yang benar.

Penjelasan pilihan kata

'Maqiilan' ('tempat istirahat', akar qyl): secara spesifik merujuk pada istirahat siang, dipertahankan sebagai 'tempat istirahat' tanpa merinci waktu spesifik yang tersirat dari akarnya sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menyandingkan nasib penghuni taman langsung dengan gambaran suram sebelumnya: kontras yang menenangkan setelah rangkaian citra kehancuran dan penyesalan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membandingkan dua hal: tempat tinggal dan tempat istirahat. Sepasang. Yang ditempati lama dan yang dipakai sebentar sama-sama disebut.
  • Kata yang dipakai berakar pada istirahat tengah hari. Waktu paling panas. Yang paling melelahkan di dunia dijadikan gambaran yang paling nyaman di sana.
  • Allah menaruhnya sesudah rangkaian gambaran yang suram. Sebagai penawar. Yang berat disusul yang meringankan dalam jarak satu ayat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-h-b, j-n-n, kh-y-r, q-r-r, h-s-n, q-y-l): ashaab al-jannah diterjemahkan 'penghuni surga' (akar s-h-b + akar j-n-n); mustaqarr diterjemahkan 'tempat tinggal (menetap)' (akar q-r-r); maqiil diterjemahkan 'tempat istirahat siang' (akar q-y-l). Selaras.