وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

Dan pada hari orang zalim menggigit kedua tangannya, ia berkata, "Oh, seandainya aku mengambil jalan bersama Rasul!

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِwa-yawma ya'adhdhu zh-zhaalimu 'alaa yadayhidan pada hari orang zalim menggigit kedua tangannya
  2. يَقُولُyaquuluia berkata
  3. يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًاyaa laytanii ttakhadztu ma'a r-rasuuli sabiilanoh, seandainya aku mengambil jalan bersama Rasul

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. يَعَضُّya'adhdhumenggigit
  3. الظَّالِمُzh-zhaalimuorang zalim
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
  6. يَقُولُyaquuluberkata
  7. يَاyaawahai
  8. لَيْتَنِيlaytaniiaduhai sekiranya aku
  9. اتَّخَذْتُttakhadztuaku mengambil
  10. مَعَma'abersama
  11. الرَّسُولِr-rasuuliRasul
  12. سَبِيلًاsabiilanjalan

Inti bacaan

Penyesalan fisik yang ekstrem: 'orang zalim menggigit kedua tangannya. seandainya aku mengambil jalan bersama Rasul', respons tubuh yang intens menggambarkan kedalaman penyesalan yang datang terlambat.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan langsung dibuka di sini dan berlanjut tanpa putus hingga akhir 25:29: satu ucapan penyesalan yang sama, bukan tiga ucapan terpisah. 'Ya'addu alaa yadayhi' ('menggigit kedua tangannya', akar dd) dipertahankan literal sebagai gambaran fisik penyesalan.

Tafsiran

Ayat ini membuka adegan penyesalan yang digambarkan secara fisik: gigitan pada tangan sendiri sebagai ekspresi keputusasaan atas pilihan jalan hidup yang telah diambil.

Renungan dan Hikmah

  • Gerakan menggigit tangan sendiri adalah gambaran penyesalan yang begitu intens sehingga terekspresi secara fisik, bukan sekadar penyesalan verbal, melainkan penderitaan yang dirasakan tubuh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar y-w-m, '-d-d, zh-l-m, y-d-y, q-w-l, a-kh-dz, r-s-l, s-b-l): ya'addu alaa yadayhi diterjemahkan 'menggigit kedua tangannya' (akar '-d-d + akar y-d-y); ittakhadhtu ma'a r-rasuul sabiilan diterjemahkan 'mengambil jalan bersama Rasul' (akar '-kh-dz + akar s-b-l). gloss '(Ingatlah)/(dahulu)' dibuang.