لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
Sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku; dan setan itu bagi manusia adalah pengkhianat."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِيlaqad adallanii ani dz-dzikri ba'da idz jaa'aniisungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku
- وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًاwa-kaana sh-shaytaanu li-l-insaani khadzuulandan setan itu bagi manusia adalah pengkhianat
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar d-l-l, dz-k-r, b-'-d, j-y-a, k-w-n, sh-t-n, a-n-s, kh-dz-l): adallanii an adh-dhikr diterjemahkan 'menyesatkanku dari peringatan' (akar d-l-l 78 + akar dz-k-r); shaytaan…khadhuul diterjemahkan 'setan…pengkhianat (penelantar)' (akar kh-dz-l, setan mengkhianati manusia di akhir; sepola tema sultaan: mengajak lalu meninggalkan). gloss '(Al-Qur'an)' dibuang.
Aplikasi
Kejujuran tentang mekanisme kesesatan: 'ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku... setan itu bagi manusia adalah pengkhianat', pengaruh buruk yang awalnya tampak sebagai persahabatan ternyata pengkhianatan yang berujung penyesalan mendalam.