لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
Sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku; dan setan itu bagi manusia adalah pengkhianat."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِيlaqad adhallanii 'ani dz-dzikri ba'da idz jaa'aniisungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku
- وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًاwa-kaana sy-syaythaanu li-l-insaani khadzuulandan setan itu bagi manusia adalah pengkhianat
Terjemahan per kata (11 kata)
- لَقَدْla-qadsungguh
- أَضَلَّنِيadhallaniimenyesatkanku
- عَنِ'anidari
- الذِّكْرِdz-dzikriperingatan
- بَعْدَba'dasesudah
- إِذْidzketika
- جَاءَنِيjaa'aniidatang kepadaku
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
- لِلْإِنْسَانِli-l-insaanibagi manusia
- خَذُولًاkhadzuulanyang menghinakan
Inti bacaan
Kejujuran tentang mekanisme kesesatan: 'ia telah menyesatkanku dari peringatan setelah ia datang kepadaku. setan itu bagi manusia adalah pengkhianat', pengaruh buruk yang awalnya tampak sebagai persahabatan ternyata pengkhianatan yang berujung penyesalan mendalam.
Penjelasan pilihan kata
'Khadzuulan' ('pengkhianat', akar khdl): secara literal berarti yang menelantarkan atau gagal menolong di saat dibutuhkan, bukan sekadar 'penipu'; polanya sama dengan tema setan yang mengajak lalu meninggalkan begitu konsekuensi tiba. Kutipan yang dibuka di 25:27 ditutup di sini, mencakup seluruh tiga ayat sebagai satu ucapan penyesalan.
Tafsiran
Penyesalan ini memuncak pada pengakuan tentang mekanisme kesesatan itu sendiri: bagaimana pengaruh yang mengajak sesat baru terlihat pengkhianatannya justru setelah konsekuensinya tiba, sebuah pola yang berulang pada figur setan sepanjang teks.
Renungan dan Hikmah
- Pola yang berulang: pengaruh yang menyesatkan mengajak dengan tampilan bersahabat, lalu meninggalkan begitu saja ketika konsekuensi tiba, pengenalan pola ini adalah bagian dari kewaspadaan yang diperlukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-l-l, dz-k-r, b-'-d, j-y-a, k-w-n, sh-t-n, a-n-s, kh-dz-l): adallanii an adh-dhikr diterjemahkan 'menyesatkanku dari peringatan' (akar d-l-l 78 + akar dz-k-r); shaytaan…khadhuul diterjemahkan 'setan…pengkhianat (penelantar)' (akar kh-dz-l, setan mengkhianati manusia di akhir; sepola tema sultaan: mengajak lalu meninggalkan). gloss '(Al-Qur'an)' dibuang.