وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

Dan orang-orang yang kufur berkata, "Mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami meneguhkan hatimu dengannya, dan Kami membacakannya secara tartil.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةًwa-qaala lladziina kafaruu lawlaa nuzzila 'alayhi l-qur'aanu jumlatan waahidatandan orang-orang yang kufur berkata, mengapa Al-Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekaligus
  2. كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَka-dzaalika li-nutsabbita bihi fu'aadakademikianlah, agar Kami meneguhkan hatimu dengannya
  3. وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًاwa-rattalnaahu tartiilandan Kami membacakannya secara tartil

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  5. نُزِّلَnuzziladiturunkan
  6. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  7. الْقُرْآنُl-qur'aanuAl-Qur'an
  8. جُمْلَةًjumlatansekaligus
  9. وَاحِدَةًwaahidatansatu
  10. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  11. لِنُثَبِّتَli-nutsabbitaagar Kami meneguhkan
  12. بِهِbihidengannya
  13. فُؤَادَكَfu'aadakahatimu
  14. وَرَتَّلْنَاهُwa-rattalnaahudan Kami membacakannya dengan tartil
  15. تَرْتِيلًاtartiilandengan tartil

Inti bacaan

Keberatan tentang cara penurunan bertahap dijawab: 'agar Kami meneguhkan hatimu dengannya, dan Kami membacakannya secara tartil', proses bertahap memiliki tujuan pedagogis penting: memperkuat ketahanan hati penerima pesan.

Penjelasan pilihan kata

'Fu'aadaka' ('hatimu', akar fAd): fu'aad adalah istilah berbeda dari qalb, merujuk pada pusat pemahaman dan perasaan, dipertahankan sebagai 'hati' tanpa membedakan lebih jauh di sini. 'Tartiilan' ('secara tartil', akar rtl): pembacaan yang perlahan dan teratur, dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini menjawab keberatan tentang cara penurunan wahyu secara bertahap dengan menunjukkan tujuan pedagogisnya: bukan kekurangan, melainkan metode yang secara sengaja memperkuat penerimaan dan pemahaman.

Renungan dan Hikmah

  • Proses bertahap yang dipertanyakan justru memiliki tujuan yang jelas, meneguhkan hati dan memungkinkan pembacaan yang cermat, sebuah pengingat bahwa kecepatan bukan selalu ukuran nilai suatu proses.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-f-r, n-z-l, q-r-a, j-m-l, w-h-d, ts-b-t, f-a-d, r-t-l): nuzzila jumlatan waahidatan diterjemahkan 'diturunkan sekaligus' (akar n-z-l + akar j-m-l); nuthabbita fu'aadak diterjemahkan 'meneguhkan hatimu' (akar ts-b-t + akar f-'-d, fu'aad=hati/pusat paham, bukan qalb); rattalnaahu tartiilan diterjemahkan 'membacakannya secara tartil (perlahan-teratur)' (akar r-t-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(berangsur-angsur…)' + footnote dibuang.