وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْأَمْثَالَ ۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا

Dan masing-masing Kami buatkan baginya perumpamaan-perumpamaan, dan masing-masing Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْأَمْثَالَwa-kullan dharabnaa lahu l-amtsaaladan masing-masing Kami buatkan baginya perumpamaan-perumpamaan
  2. وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًاwa-kullan tabbarnaa tatbiirandan masing-masing Kami hancurkan sehancur-hancurnya

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَكُلًّاwa-kullandan masing-masing
  2. ضَرَبْنَاdharabnaaKami membuat
  3. لَهُlahubaginya
  4. الْأَمْثَالَl-amtsaalaperumpamaan
  5. وَكُلًّاwa-kullandan masing-masing
  6. تَبَّرْنَاtabbarnaaKami membinasakan
  7. تَتْبِيرًاtatbiiransehancur-hancurnya

Inti bacaan

Kesimpulan penting: setiap kaum diberi 'perumpamaan-perumpamaan' sebelum dihancurkan, peringatan dan penjelasan selalu diberikan terlebih dahulu, kehancuran bukan tindakan sewenang-wenang tanpa kesempatan memahami.

Penjelasan pilihan kata

'Darabnaa…l-amtsaala' ('membuat perumpamaan-perumpamaan', akar Drb+mvl) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan pola dari daftar kaum-kaum sebelumnya: setiap kaum diberi peringatan dan penjelasan lebih dulu sebelum kehancuran menimpa, menunjukkan bahwa konsekuensi bukan tindakan sewenang-wenang.

Renungan dan Hikmah

  • Rumusan “Kami buatkan baginya perumpamaan” berulang sekali lagi saja di seluruh Quran, di 14:45, dan di sana alamatnya berganti. Yang di ayat ini ditujukan “baginya”, kepada mereka yang riwayatnya sudah tamat, di 14:45 ditujukan “bagi kalian”, kepada orang yang sedang menempati bekas kediaman para pendahulu yang menzalimi diri sendiri. Satu rumusan, dua alamat: sekali kepada yang sudah lewat, sekali kepada yang masih tinggal di tempat yang mereka tinggalkan.
  • Kata تَتْبِيرًا yang menutup ayat ini terpakai dua kali saja, dan pelakunya tak sama. Di sini yang membinasakan “Kami”. Di 17:7 kata itu menggambarkan sekelompok orang yang datang lalu membinasakan apa pun yang mereka kuasai, dan ayat tersebut dibuka dengan kalimat bahwa berbuat baik maupun berbuat buruk sama-sama berbalik kepada pelakunya sendiri. Kata yang sama dipakai untuk yang datang langsung dan untuk yang datang lewat tangan manusia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-l-l, d-r-b, m-ts-l, t-b-r): darabnaa…al-amthaal diterjemahkan 'membuat perumpamaan' (akar d-r-b + akar m-ts-l); tabbarnaa tatbiiran diterjemahkan 'menghancurkan sehancur-hancurnya' (akar t-b-r). gloss '(nasib umat terdahulu)' dibuang.