وَلَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِ ۚ أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَهَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ نُشُورًا

Dan sungguh mereka telah melewati negeri yang dijatuhi hujan yang buruk. Maka tidakkah mereka melihatnya? Bahkan, mereka tidak mengharapkan kebangkitan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِwa-la-qad ataw 'alaa l-qaryati llatii umthirat mathara s-saw'idan sungguh mereka telah melewati negeri yang dijatuhi hujan yang buruk
  2. أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَهَاa-fa-lam yakuunuu yarawnahaamaka tidakkah mereka melihatnya
  3. بَلْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ نُشُورًاbal kaanuu laa yarjuuna nusyuuranbahkan mereka tidak mengharapkan kebangkitan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. أَتَوْاatawmereka datang
  3. عَلَى'alaaatas
  4. الْقَرْيَةِl-qaryatinegeri
  5. الَّتِيllatiiyang
  6. أُمْطِرَتْumthiratdihujani
  7. مَطَرَmatharahujan
  8. السَّوْءِs-saw'ikeburukan
  9. أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
  10. يَكُونُواyakuunuumereka adalah
  11. يَرَوْنَهَاyarawnahaamereka melihatnya
  12. بَلْbalbahkan
  13. كَانُواkaanuumereka selalu
  14. لَاlaatidak
  15. يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
  16. نُشُورًاnusyuurankebangkitan

Inti bacaan

Bukti fisik yang bisa disaksikan langsung: 'mereka telah melewati negeri yang dijatuhi hujan yang buruk; maka tidakkah mereka melihatnya?', akses terhadap bukti nyata tidak otomatis menghasilkan refleksi jika sudah ada penolakan mendasar terhadap kemungkinan kebangkitan.

Penjelasan pilihan kata

'Al-qaryati' ('negeri itu', akar qry) dipertahankan tanpa menyisipkan identifikasi historis apa pun: teks Arab sendiri tidak menamainya, sehingga tidak ditambahkan nama tempat atau kaum tertentu.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian kisah kaum-kaum terdahulu dengan sebuah bukti fisik yang bisa disaksikan langsung oleh generasi berikutnya, sekaligus menunjukkan bahwa akses terhadap bukti tidak otomatis menghasilkan refleksi.

Renungan dan Hikmah

  • Kata أُمْطِرَتْ dan rangkaian مَطَرَ السَّوْءِ dua-duanya sekali saja muncul. Bentuknya pasif dan tak menyebut pelaku, jadi yang tercatat cuma kejadiannya. Susunan “mereka telah melewati negeri itu” juga tak berulang di tempat lain: yang dipersoalkan bukan mereka membaca riwayatnya, melainkan mereka melintasinya, kaki mereka sendiri pernah menginjak tempat itu.
  • Sebab yang diberikan ayat ini bukan kelalaian, melainkan نُشُورًا, kebangkitan. Kata itu tiga kali muncul dan ketiganya di surah ini juga: 25:3 menyebut tuhan-tuhan yang tak menguasai kebangkitan, 25:47 menyebut siang yang dijadikan untuk bangkit, dan di antara keduanya, ayat ini menyebut orang yang tak mengharapkannya. Satu kata dipakai tiga kali dalam satu surah untuk tiga hal: apa yang tak dikuasai sesembahan, apa yang terjadi tiap pagi, dan apa yang tak dinanti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, q-r-y, m-t-r, s-w-a, k-w-n, r-a-y, r-j-w, n-sh-r): ataw alaa l-qaryah diterjemahkan 'melewati negeri' (akar '-t-y + akar q-r-y); umtirat matar as-saw' diterjemahkan 'dijatuhi hujan buruk' (akar m-t-r + akar s-w-'); laa yarjuuna nushuuran diterjemahkan 'tidak mengharapkan kebangkitan' (akar r-j-w + akar n-sh-r). gloss '(kaum musyrik Makkah)/(Sodom)/(dahulu)/(hujan batu)' dibuang.