أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

Atau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka mendengar atau memahami? Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَam tahsabu anna aktsarahum yasma'uuna aw ya'qiluunaatau, apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka mendengar atau memahami
  2. إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِin hum illaa ka-l-an'aamimereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak
  3. بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًاbal hum adhallu sabiilanbahkan mereka lebih sesat jalannya

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَمْamatau
  2. تَحْسَبُtahsabuengkau mengira
  3. أَنَّannabahwa
  4. أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
  5. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar
  6. أَوْawatau
  7. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti
  8. إِنْinjika
  9. هُمْhummereka
  10. إِلَّاillaakecuali
  11. كَالْأَنْعَامِka-l-an'aamiseperti binatang ternak
  12. بَلْbalbahkan
  13. هُمْhummereka
  14. أَضَلُّadhallulebih sesat
  15. سَبِيلًاsabiilanjalan

Inti bacaan

Perbandingan tajam: 'Mereka tidak lain hanyalah seperti hewan ternak. Bahkan, mereka lebih sesat jalannya', kegagalan menggunakan kapasitas mendengar dan memahami secara bermakna direndahkan lebih rendah dari makhluk yang memang tidak memiliki kapasitas tersebut.

Penjelasan pilihan kata

'Adallu sabiilan' ('lebih sesat jalannya') menutup refrain yang sama untuk ketiga kalinya dalam segmen ini (25:34, 25:42, 25:44), pengulangan yang menegaskan tema sentral segmen: siapa yang sesungguhnya paling tersesat.

Tafsiran

Ayat ini menutup segmen dengan perbandingan tajam: kegagalan menggunakan kapasitas mendengar dan memahami secara bermakna direndahkan lebih rendah dari makhluk yang memang tidak memiliki kapasitas tersebut sejak awal.

Renungan dan Hikmah

  • Kiasan كَالْأَنْعَامِ terpakai dua kali, dan yang satunya 7:179 menguraikannya panjang lebar: hati yang tak dipakai mencerna, mata yang tak dipakai memandang, telinga yang tak dipakai menyimak. Ayat ini memampatkan uraian itu jadi sepotong tanya, lalu menjatuhkan kesimpulan yang persis sama. Isinya satu, penyampaiannya berlawanan, satu diurai, satu dipadatkan.
  • Penutupnya أَضَلُّ سَبِيلًا terpakai empat kali, dan tiga di antaranya di surah ini saja (25:34, 25:42, 25:44). Yang di 25:42 justru menangguhkan putusannya: kelak mereka akan tahu, pada saat menyaksikan azab, siapa yang paling jauh melenceng. Dua ayat kemudian putusan itu tak lagi ditangguhkan, ia dijatuhkan sekarang. Pembukanya pun أَمْ تَحْسَبُ, rangkaian tanpa duanya, dan sasaran tanyanya bukan pihak yang dinilai melainkan pihak yang menyampaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.