ثُمَّ قَبَضْنَاهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا
kemudian Kami menariknya kepada Kami dengan tarikan yang perlahan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ قَبَضْنَاهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًاtsumma qabadhnaahu ilaynaa qabdhan yasiirankemudian Kami menariknya kepada Kami dengan tarikan yang perlahan
Terjemahan per kata (5 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- قَبَضْنَاهُqabadhnaahuKami menariknya
- إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
- قَبْضًاqabdhandengan perlahan
- يَسِيرًاyasiiranyang mudah
Inti bacaan
Detail proses alami: bayang-bayang 'ditarik. dengan tarikan yang perlahan', perubahan bertahap yang teratur, bukan tiba-tiba, menegaskan pola yang konsisten dalam ciptaan.
Penjelasan pilihan kata
'Qabadnaahu' ('Kami menariknya', akar qbD) dipertahankan literal: bayang-bayang yang ditarik kembali seiring bergesernya matahari.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan gambaran bayang-bayang dengan detail proses penarikannya: perubahan yang bertahap dan teratur, bukan tiba-tiba, menegaskan pola yang konsisten dalam ciptaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tarikannya perlahan, bukan mendadak. Bayangnya tidak lenyap sekaligus. Prosesnya bertahap.
- Yang bergerak matahari, yang disebut bayangnya. Sebabnya di langit. Akibatnya di tanah.
- Perubahan sepelan itu jarang diperhatikan. Allah menaruhnya sebagai tanda. Yang tidak terasa pun dihitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-b-d, y-s-r): qabadnaahu diterjemahkan 'menariknya (menggenggamnya)' (akar q-b-d); qabdan yasiiran diterjemahkan 'tarikan yang mudah (perlahan)' (akar q-b-d + akar y-s-r). gloss '(bayang-bayang itu)/(arah yang)/(kehendaki)' + footnote dibuang.