وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
Dan Dialah yang mengalirkan dua laut; yang ini tawar lagi segar, dan yang ini asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya pembatas dan penghalang yang tak tertembus.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِwa-huwa lladzii maraja l-bahraynidan Dialah yang mengalirkan dua laut
- هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌhaadzaa 'adzbun furaatun wa-haadzaa milhun ujaajunyang ini tawar lagi segar, dan yang ini asin lagi pahit
- وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًاwa-ja'ala baynahumaa barzakhan wa-hijran mahjuurandan Dia jadikan antara keduanya pembatas dan penghalang yang tak tertembus
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَهُوَwa-huwadan Dialah
- الَّذِيlladziiyang
- مَرَجَmarajamengalirkan
- الْبَحْرَيْنِl-bahraynidua laut
- هَٰذَاhaadzaaini
- عَذْبٌ'adzbuntawar
- فُرَاتٌfuraatuntawar
- وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
- مِلْحٌmilhunasin
- أُجَاجٌujaajunasin
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- بَرْزَخًاbarzakhanpembatas
- وَحِجْرًاwa-hijrandan terlarang
- مَحْجُورًاmahjuuranyang terhalang
Inti bacaan
Fenomena dua laut yang tidak bercampur (tawar dan asin) dengan 'pembatas dan penghalang yang tak tertembus', keteraturan alam yang menjaga karakteristik berbeda tetap terpisah, sebuah metafora tentang batas-batas yang dijaga dengan sengaja.
Penjelasan pilihan kata
'Barzakhan' ('pembatas', akar tak-berakar-triliteral) dipertahankan sama seperti pemakaiannya di 23:100 (pembatas antara kematian dan kebangkitan). 'Hijran mahjuuran' ('penghalang yang tak tertembus', akar Hjr): frasa yang identik dengan 25:22, di sana dipakai untuk penghalang mutlak bagi pendosa di akhirat, di sini untuk penghalang alami antara dua laut.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan fenomena alam lain sebagai tanda: dua jenis air yang berdampingan tanpa bercampur, keteraturan yang menjaga karakteristik berbeda tetap terpisah secara konsisten.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja مَرَجَ cuma dua kali muncul, di sini dan 55:19, dan artinya bukan memisahkan; akarnya mengandung pengertian melepas hingga berbaur, dan 55:19 memang menyebut keduanya “bertemu”. Yang digambarkan karena itu bukan dua air yang dijauhkan, melainkan dua air yang dilepas berdampingan lalu ditahan supaya masing-masing tetap dirinya. Penahannya disebut بَرْزَخًا, dan kata itu muncul lagi di 23:100, di sana yang ditahan bukan air, melainkan orang mati yang memohon dipulangkan ke dunia.
- Penutupnya حِجْرًا مَحْجُورًا, rangkaian yang cuma dua kali muncul dan dua-duanya di surah ini. Yang satunya 25:22, dan di sana ia sama sekali bukan keterangan tentang alam: ia ucapan para pendosa pada hari mereka menyaksikan malaikat, “terlarang, benar-benar terhalang”. Satu rumusan dipakai untuk dua penghalang, satu menjaga sesuatu tetap sebagaimana adanya, satu menutup pintu yang tak lagi terbuka. Pasangan عَذْبٌ فُرَاتٌ dan مِلْحٌ أُجَاجٌ sendiri berulang di 35:12, dan di sana keduanya justru disebut sama-sama memberi hasil: daging segar dan perhiasan, dari masing-masing.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-r-j, b-h-r, '-dz-b, f-r-t, m-l-h, a-j-j, j-'-l, b-y-n, h-j-r): maraja l-bahrayn diterjemahkan 'mengalirkan (melepas) dua laut' (akar m-r-j + akar b-h-r); adhb furaat diterjemahkan 'tawar segar' (akar '-dz-b + akar f-r-t); milh ujaaj diterjemahkan 'asin pahit' (akar m-l-h + akar '-j-j); barzakh diterjemahkan 'pembatas' (sama 23:100); hijran mahjuuran diterjemahkan 'penghalang yang terhalang' (akar h-j-r, sama 25:22). gloss '(berdampingan)' dibuang.