وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan bertawakallah kepada Yang Hidup yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia yang waskita tentang dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُwa-tawakkal 'alaa l-hayyi lladzii laa yamuutudan bertawakallah kepada Yang Hidup yang tidak mati
  2. وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِwa-sabbih bi-hamdihidan bertasbihlah dengan memuji-Nya
  3. وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًاwa-kafaa bihi bi-dzunuubi 'ibaadihi khabiirandan cukuplah Dia, tentang dosa-dosa hamba-hamba-Nya, yang waskita

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
  2. عَلَى'alaaatas
  3. الْحَيِّl-hayyiyang hidup
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. لَاlaatidak
  6. يَمُوتُyamuutumati
  7. وَسَبِّحْwa-sabbihdan bertasbihlah
  8. بِحَمْدِهِbi-hamdihidengan memuji-Nya
  9. وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
  10. بِهِbihidengannya
  11. بِذُنُوبِbi-dzunuubikarena dosa
  12. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  13. خَبِيرًاkhabiiranwaskita

Inti bacaan

Instruksi penting: 'Bertawakallah kepada Yang Maha Hidup yang tidak mati', fondasi kepercayaan yang stabil karena bersandar pada sumber yang tidak pernah berubah atau berakhir, berbeda dari sandaran duniawi yang fana.

Penjelasan pilihan kata

'Al-Hayyi' ('Yang Hidup', akar Hyy) dipertahankan tanpa prefiks 'Maha-', konsisten dengan pemakaian yang sama di 20:111 ('Yang Hidup lagi Yang Menegakkan'). 'Khabiiran' ('yang waskita', akar xbr): dipertahankan sebagai 'waskita' tanpa 'Maha-', merujuk pada pengetahuan mendalam atas keadaan internal/tersembunyi sesuatu, bukan sekadar 'teliti'.

Tafsiran

Ayat ini menghubungkan sandaran kepercayaan (tawakal) dengan sifat yang tidak berubah (Yang Hidup yang tidak akan pernah mati), sebuah fondasi yang stabil berbeda dari sandaran duniawi yang fana.

Renungan dan Hikmah

  • Ungkapan “tidak mati” muncul di tiga ayat saja. Dua di antaranya, 20:74 dan 87:13, memakainya untuk orang di Jahanam yang tidak mati di sana dan tidak pula hidup: tidak matinya justru bagian dari siksa. Ayat ini memakai ungkapan yang sama untuk menyebut sandaran yang layak dipegang. Kata yang sama menandai jalan buntu dan tempat berpegang, bergantung siapa yang disifati.
  • Perintahnya bersandar dan bertasbih, lalu kalimatnya ditutup bukan dengan janji perlindungan, melainkan dengan cukupnya Dia sebagai yang waskita tentang dosa-dosa hamba-hamba-Nya. Yang ditempati bersandar dan yang mengetahui isi diri disebut sebagai pihak yang satu dan sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.