وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةًwa-huwa lladzii ja'ala l-layla wa-n-nahaara khilfatandan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti
  2. لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًاli-man araada an yadzdzakkara aw araada shukuuranbagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur
Aplikasi

Siklus malam-siang dijelaskan memiliki tujuan ganda: 'bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur', fenomena yang sama bisa dimaknai secara berbeda tergantung orientasi spiritual yang dibawa penikmatnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).