وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
dan orang-orang yang berkata, "Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya itu melekat terus,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَwa-lladziina yaquuluuna rabbanaa shrif 'annaa 'adzaaba jahannamadan orang-orang yang berkata, Tuhan kami, jauhkanlah dari kami azab Jahanam
- إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاinna 'adzaabahaa kaana gharaamansesungguhnya azabnya itu melekat terus
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- اصْرِفْshrifpalingkanlah
- عَنَّا'annaadari kami
- عَذَابَ'adzaabaazab
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- إِنَّinnasesungguhnya
- عَذَابَهَا'adzaabahaaazabnya
- كَانَkaanaadalah
- غَرَامًاgharaamankebinasaan
Inti bacaan
Doa yang tulus: 'jauhkanlah dari kami azab Jahanam; sesungguhnya azabnya itu melekat terus', kesadaran akan konsekuensi permanen mendorong permohonan yang sungguh-sungguh, bukan sikap acuh tak acuh terhadap akuntabilitas.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 25:66 sebelum ditutup. 'Gharaaman' ('melekat terus', akar grm) dipertahankan sesuai makna akarnya: sesuatu yang tak terlepas, bukan sekadar 'kekal' generik.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan ciri ketiga: doa yang tulus memohon dijauhkan dari azab, menunjukkan kesadaran akan konsekuensi yang mendorong permohonan sungguh-sungguh.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipilih untuk azab di sini, غَرَامًا, bentuknya muncul sekali saja di seluruh Quran. Akar yang sama di tempat lain selalu berurusan dengan utang: 9:60 menyebut orang yang terlilit utang sebagai salah satu golongan yang berhak menerima zakat, 56:66 merekam keluh “sesungguhnya kami benar-benar merugi”, dan 9:98 menggambarkan orang yang memandang infaknya sendiri sebagai kerugian yang dipaksakan. Yang dimintakan perlindungan di sini, kalau begitu, digambarkan sebagai tagihan. Bedanya dengan 9:60 terletak pada siapa yang bisa melunasi: di sana utang manusia justru dibayar oleh orang lain.
- Yang diminta bukan azab itu dihapus dari kenyataan, melainkan dipalingkan, arahnya yang digeser, bukan keberadaannya yang disangkal. Kata kerja yang sama muncul di 7:146 untuk arah yang berlawanan: di sana yang dipalingkan justru manusia, dijauhkan dari tanda-tanda Allah karena kesombongannya. Dua-duanya soal siapa yang digeser menjauh dari apa, dan doa ini memilih berdiri di sisi yang memohon, bukan yang dipalingkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, s-r-f, '-dz-b, k-w-n, gh-r-m): isrif annaa diterjemahkan 'jauhkanlah dari kami' (akar s-r-f); gharaam diterjemahkan 'melekat terus (tak terlepas)' (akar gh-r-m; terjemahan lain 'kekal', akar gh-r-m = klinging/tak lepas). Selaras.