إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
sesungguhnya ia seburuk-buruk tempat menetap dan kediaman."
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًاinnahaa saa'at mustaqarran wa-muqaamansesungguhnya ia seburuk-buruk tempat menetap dan kediaman
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّهَاinnahaasesungguhnya ia
- سَاءَتْsaa'atseburuk-buruk
- مُسْتَقَرًّاmustaqarrantempat menetap
- وَمُقَامًاwa-muqaamandan tempat
Inti bacaan
Deskripsi tegas: 'seburuk-buruk tempat menetap dan kediaman', kejelasan tentang konsekuensi terburuk memperkuat motivasi doa permohonan perlindungan yang baru saja diucapkan.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 25:65 ditutup di sini, mencakup dua ayat sebagai satu doa yang utuh.
Tafsiran
Ayat ini menutup doa dengan penegasan tegas tentang keburukan tujuan itu: kejelasan tentang konsekuensi terburuk memperkuat motivasi doa permohonan perlindungan yang baru diucapkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai dua kata untuk tempat tinggal. Menetap dan kediaman. Keduanya menandai lama, bukan singgah.
- Kalimat ini menutup doa, bukan membuka ancaman. Yang berdoa menyebut alasannya. Ketakutannya diberi bentuk.
- Yang disebut buruknya tempat, bukan beratnya siksa. Allah memilih sudut itu. Rumah yang tidak diinginkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-w-a, q-r-r, q-w-m): saa'at diterjemahkan 'seburuk-buruk' (akar s-w-'); mustaqarr diterjemahkan 'tempat menetap' (akar q-r-r); muqaam diterjemahkan 'kediaman' (akar q-w-m). gloss '(Jahanam itu)' dibuang.