Ayat 25:68

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Dan orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina; dan siapa yang berbuat demikian, ia akan menemui hukuman,

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَwa-lladziina laa yad'uuna ma'a llaahi ilaahan aakharadan orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah
  2. وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّwa-laa yaqtuluuna n-nafsa llatii harrama llaahu illaa bi-l-haqqidan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak
  3. وَلَا يَزْنُونَwa-laa yaznuunadan tidak berzina
  4. وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًاwa-man yaf'al dzaalika yalqa atsaamandan siapa yang berbuat demikian, ia akan menemui hukuman

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. لَاlaatidak
  3. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  4. مَعَma'abersama
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. إِلَٰهًاilaahantuhan
  7. آخَرَaakharayang lain
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. يَقْتُلُونَyaqtuluunamereka membunuh
  10. النَّفْسَn-nafsajiwa
  11. الَّتِيllatiiyang
  12. حَرَّمَharramamengharamkan
  13. اللَّهُllaahuAllah
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  16. وَلَاwa-laadan tidak pula
  17. يَزْنُونَyaznuunamereka berzina
  18. وَمَنْwa-mandan orang yang
  19. يَفْعَلْyaf'almelakukan
  20. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  21. يَلْقَyalqamenemui
  22. أَثَامًاatsaamandosa

Inti bacaan

Tiga larangan mendasar disebutkan bersama: tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh tanpa alasan sah, tidak berzina, pelanggaran terhadap ketiganya dikaitkan dengan konsekuensi yang sama seriusnya, menunjukkan bobot yang setara dari ketiga jenis pelanggaran ini.

Penjelasan pilihan kata

'Laa yad'uuna ma'a llaahi ilaahan aakhara' ('tidak menyeru tuhan lain bersama Allah', akar dEw): kata kerjanya secara literal 'menyeru', bukan 'mempersekutukan'; susunan yang sama dengan 23:117. Tiga larangan mendasar disebutkan bersama dalam satu napas.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari ciri-ciri positif ke tiga larangan mendasar (menyeru tuhan lain, membunuh tanpa hak, dan berzina), disebutkan setara sebagai pelanggaran berat dengan konsekuensi yang sama seriusnya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dilarang di sini bukan sikap batin yang tersembunyi, melainkan tiga perbuatan yang meninggalkan jejak pada orang lain: menyeru selain Allah, menghabisi nyawa, merusak ikatan. Ketiganya bisa disaksikan, dan karena itu bisa dipertanggungjawabkan.
  • Penyebutan ketiganya dalam satu rangkaian mengganggu kebiasaan menyusun pelanggaran dari yang ringan ke yang berat. Ayat ini tidak menyediakan tangga semacam itu, dan tidak memberi ruang untuk menawar salah satunya dengan menunjuk yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, a-l-h, a-kh-r, q-t-l, n-f-s, h-r-m, h-q-q, z-n-y, f-'-l, l-q-y, a-ts-m): laa yad'uuna ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'tidak menyeru tuhan lain bersama Allah' (akar d-'-w + ilaah, da'aa, gema 23:117; terjemahan lain 'mempersekutukan' padahal kata kerjanya yad'uuna=menyeru); laa yaqtuluuna n-nafs…illaa bi-l-haqq diterjemahkan 'tidak membunuh jiwa…kecuali dengan hak' (akar q-t-l + akar n-f-s + akar h-q-q); laa yaznuun diterjemahkan 'tidak berzina' (akar z-n-y); yalqa athaaman diterjemahkan 'menemui hukuman' (akar l-q-y + akar '-ts-m). gloss '(sembahan lain)/(alasan)' dibuang.

Ayat 25:69

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

akan dilipatgandakan baginya azab pada hari Kiamat, dan ia kekal di dalamnya dalam keadaan terhina,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِyudhaa'af lahu l-'adzaabu yawma l-qiyaamatiakan dilipatgandakan baginya azab pada hari Kiamat
  2. وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًاwa-yakhlud fiihi muhaanandan ia kekal di dalamnya dalam keadaan terhina

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. يُضَاعَفْyudhaa'afdilipatgandakan
  2. لَهُlahubaginya
  3. الْعَذَابُl-'adzaabuazab
  4. يَوْمَyawmahari
  5. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  6. وَيَخْلُدْwa-yakhluddan kekal
  7. فِيهِfiihidi dalamnya
  8. مُهَانًاmuhaananyang terhina

Inti bacaan

Konsekuensi berat: 'dilipatgandakan baginya azab. kekal di dalamnya dalam keadaan terhina', pelanggaran terhadap prinsip-prinsip fundamental tersebut membawa konsekuensi yang jauh lebih berat dibanding pelanggaran biasa.

Penjelasan pilihan kata

'Yudaa'af' ('dilipatgandakan', akar DEf) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan konsekuensi dari 25:68 dengan penegasan berat: pelanggaran terhadap tiga larangan mendasar tersebut membawa konsekuensi yang jauh melampaui pelanggaran biasa.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melipatgandakan azabnya, bukan memperpanjangnya saja. Dua-duanya disebut. Berat dan lama.
  • Kata terhina ditambahkan pada kekekalannya. Bukan cuma lama. Juga direndahkan.
  • Tiga larangan sebelumnya disebut Allah sebagai sebabnya. Syirik, membunuh, zina. Yang paling mendasar dilanggar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-f, '-dz-b, y-w-m, q-w-m, kh-l-d, h-w-n): yudaa'af diterjemahkan 'dilipatgandakan' (akar d-'-f); yakhlud diterjemahkan 'kekal' (akar kh-l-d); muhaanan diterjemahkan 'terhina' (akar h-w-n). Selaras.