وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
Dan orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina; dan siapa yang berbuat demikian, ia akan menemui hukuman,
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَwa-lladziina laa yad'uuna ma'a llaahi ilaahan aakharadan orang-orang yang tidak menyeru tuhan lain bersama Allah
- وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّwa-laa yaqtuluuna n-nafsa llatii harrama llaahu illaa bi-l-haqqidan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak
- وَلَا يَزْنُونَwa-laa yaznuunadan tidak berzina
- وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًاwa-man yaf'al dzaalika yalqa atsaamandan siapa yang berbuat demikian, ia akan menemui hukuman
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- لَاlaatidak
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- مَعَma'abersama
- اللَّهِllaahiAllah
- إِلَٰهًاilaahantuhan
- آخَرَaakharayang lain
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَقْتُلُونَyaqtuluunamereka membunuh
- النَّفْسَn-nafsajiwa
- الَّتِيllatiiyang
- حَرَّمَharramamengharamkan
- اللَّهُllaahuAllah
- إِلَّاillaakecuali
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَزْنُونَyaznuunamereka berzina
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَفْعَلْyaf'almelakukan
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- يَلْقَyalqamenemui
- أَثَامًاatsaamandosa
Inti bacaan
Tiga larangan mendasar disebutkan bersama: tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh tanpa alasan sah, tidak berzina, pelanggaran terhadap ketiganya dikaitkan dengan konsekuensi yang sama seriusnya, menunjukkan bobot yang setara dari ketiga jenis pelanggaran ini.
Penjelasan pilihan kata
'Laa yad'uuna ma'a llaahi ilaahan aakhara' ('tidak menyeru tuhan lain bersama Allah', akar dEw): kata kerjanya secara literal 'menyeru', bukan 'mempersekutukan'; susunan yang sama dengan 23:117. Tiga larangan mendasar disebutkan bersama dalam satu napas.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari ciri-ciri positif ke tiga larangan mendasar (menyeru tuhan lain, membunuh tanpa hak, dan berzina), disebutkan setara sebagai pelanggaran berat dengan konsekuensi yang sama seriusnya.
Renungan dan Hikmah
- Yang dilarang di sini bukan sikap batin yang tersembunyi, melainkan tiga perbuatan yang meninggalkan jejak pada orang lain: menyeru selain Allah, menghabisi nyawa, merusak ikatan. Ketiganya bisa disaksikan, dan karena itu bisa dipertanggungjawabkan.
- Penyebutan ketiganya dalam satu rangkaian mengganggu kebiasaan menyusun pelanggaran dari yang ringan ke yang berat. Ayat ini tidak menyediakan tangga semacam itu, dan tidak memberi ruang untuk menawar salah satunya dengan menunjuk yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-'-w, a-l-h, a-kh-r, q-t-l, n-f-s, h-r-m, h-q-q, z-n-y, f-'-l, l-q-y, a-ts-m): laa yad'uuna ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'tidak menyeru tuhan lain bersama Allah' (akar d-'-w + ilaah, da'aa, gema 23:117; terjemahan lain 'mempersekutukan' padahal kata kerjanya yad'uuna=menyeru); laa yaqtuluuna n-nafs…illaa bi-l-haqq diterjemahkan 'tidak membunuh jiwa…kecuali dengan hak' (akar q-t-l + akar n-f-s + akar h-q-q); laa yaznuun diterjemahkan 'tidak berzina' (akar z-n-y); yalqa athaaman diterjemahkan 'menemui hukuman' (akar l-q-y + akar '-ts-m). gloss '(sembahan lain)/(alasan)' dibuang.