إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh, maka Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan. Dan Allah adalah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًاillaa man taaba wa-aamana wa-'amila 'amalan shaalihankecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh
  2. فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍfa-ulaa'ika yubaddilu llaahu sayyi'aatihim hasanaatinmaka Allah mengganti keburukan mereka dengan kebaikan
  3. وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah adalah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. مَنْmanorang yang
  3. تَابَtaababertobat
  4. وَآمَنَwa-aamanadan beriman
  5. وَعَمِلَwa-'amiladan beramal
  6. عَمَلًا'amalanamal
  7. صَالِحًاshaalihankebajikan
  8. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  9. يُبَدِّلُyubaddilumengganti
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. سَيِّئَاتِهِمْsayyi'aatihimkeburukan mereka
  12. حَسَنَاتٍhasanaatinkebaikan
  13. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. غَفُورًاghafuuranpengampun
  16. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Namun pintu pemulihan tetap terbuka: 'kecuali orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Allah mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan', transformasi radikal dimungkinkan, bahkan dari pelanggaran paling serius sekalipun, melalui proses pertobatan yang genuine.

Penjelasan pilihan kata

'Ghafuuran rahiiman' ('pengampun lagi pengasih', akar gfr+rHm) dipertahankan tanpa prefiks 'Maha-': keduanya berpola intensif (fa'uul/fa'iil), bukan superlatif, dan berbentuk bentuk tak-bertakrif dalam struktur Arab yang normal ('sungguh Dia pengampun, pengasih'). Ghafara ('menutupi/mengampuni') dan rahima ('memberi') adalah dua tindakan berbeda, bukan pasangan bermakna sama.

Tafsiran

Ayat ini membuka jalan pemulihan setelah konsekuensi berat di 25:68-69: transformasi radikal dimungkinkan bahkan dari pelanggaran paling serius sekalipun, melalui pertobatan yang genuine, bukan sekadar penyesalan verbal.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ terpakai empat kali (19:60, 20:82, 25:70, 28:67), dan yang dijanjikan di tiga tempat lain berupa hasil di kemudian hari: masuk taman (19:60), ampunan bagi yang tetap dalam petunjuk (20:82), harapan termasuk yang beruntung (28:67). Cuma ayat ini menyebut sesuatu yang mengenai masa lalu, يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ, rangkaian yang tak ada duanya di seluruh Quran.
  • Kata kerjanya juga tidak menghapus. يُبَدِّلُ berarti mengganti, jadi yang buruk tidak dilenyapkan dari catatan melainkan ditukar isinya. Kata سَيِّئَاتِهِمْ muncul tujuh kali, dan di enam tempat lain yang dijanjikan penghapusan atau penutupan, di sini penukaran. Bedanya bukan soal derajat kemurahan: yang dihapus meninggalkan tempat kosong, yang ditukar meninggalkan sesuatu di tempat itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.