وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata, "Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri dan keturunan kami penyejuk mata, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَاwa-lladziina yaquuluuna rabbanaadan orang-orang yang berkata, Tuhan kami
- هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍhab lanaa min azwaajinaa wa-dzurriyyaatinaa qurrata a'yuninanugerahkanlah kepada kami dari istri-istri dan keturunan kami penyejuk mata
- وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًاwa-j'alnaa li-l-muttaqiina imaamandan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- هَبْhabanugerahkanlah
- لَنَاlanaabagi kami
- مِنْmindari
- أَزْوَاجِنَاazwaajinaaistri-istri kami
- وَذُرِّيَّاتِنَاwa-dzurriyyaatinaadan keturunan kami
- قُرَّةَqurratapenyejuk
- أَعْيُنٍa'yuninmata
- وَاجْعَلْنَاwa-j'alnaadan jadikanlah kami
- لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa
- إِمَامًاimaamanpemimpin
Inti bacaan
Doa yang indah: memohon 'penyejuk mata' dari keluarga dan menjadi 'teladan bagi orang-orang yang bertakwa', aspirasi personal (keluarga bahagia) dipadukan dengan aspirasi sosial (menjadi teladan), keduanya sama pentingnya.
Penjelasan pilihan kata
'Qurrata a'yunin' ('penyejuk mata', akar qrr+Eyn) dipertahankan literal. 'Imaaman' ('teladan', akar Amm) dipertahankan sebagai peran memimpin-lewat-teladan, bukan sekadar 'pemimpin'.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar ciri ibaad ar-Rahmaan dengan doa yang memadukan aspirasi personal (keluarga yang membahagiakan) dan aspirasi sosial (menjadi teladan): keduanya disebut dalam satu permohonan yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Kata إِمَامًا yang dimintakan di sini terpakai empat kali di seluruh Quran, dan tiga kemunculan lainnya bukan permintaan. Di 2:124 ia diberikan, bukan dipinta: Ibrahim ditetapkan begitu sesudah diuji dengan beberapa kalimat lalu menyempurnakannya. Di 11:17 dan 46:12 yang disebut dengan kata itu bahkan bukan manusia, melainkan Kitab Musa. Jadi satu-satunya kali kata ini keluar sebagai permohonan manusia atas dirinya sendiri ada di ayat ini, dan yang dimohon bukan kedudukan atas khalayak ramai, melainkan atas mereka yang bertakwa saja.
- Ungkapan “penyejuk mata” muncul sekali lagi dengan susunan sedikit berbeda di 28:9, dan yang mengucapkannya istri Firaun tentang bayi yang baru dipungut dari sungai: “Dia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kalian membunuhnya.” Di sana ungkapan itu dipakai untuk anak yang bukan darah dagingnya, dan diucapkan untuk menahan tangan yang hendak membunuh. Di sini ia dimohonkan atas istri dan keturunan sendiri. Satu ungkapan menandai dua cara sebuah rumah terisi: yang dilahirkan, dan yang diselamatkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, w-h-b, z-w-j, dz-r-r, q-r-r, '-y-n, j-'-l, w-q-y, a-m-m): hab lanaa diterjemahkan 'anugerahkanlah kepada kami' (akar w-h-b); azwaaj diterjemahkan 'istri-istri (pasangan)' (akar z-w-j); dhurriyyaat diterjemahkan 'keturunan' (akar dz-r-r); qurrata a'yun diterjemahkan 'penyejuk mata' (akar q-r-r + akar '-y-n); imaam diterjemahkan 'teladan (pemimpin)' (akar '-m-m). Selaras.