أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis pasangan yang mulia?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِa-wa-lam yaraw ilaa l-ardhiapakah mereka tidak memperhatikan bumi
  2. كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍkam anbatnaa fiihaa min kulli zawjin kariiminbetapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis pasangan yang mulia

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. إِلَىilaakepada
  4. الْأَرْضِl-ardhibumi
  5. كَمْkambetapa banyak
  6. أَنْبَتْنَاanbatnaaKami menumbuhkan
  7. فِيهَاfiihaadi sana
  8. مِنْmindari
  9. كُلِّkullisegala
  10. زَوْجٍzawjinpasangan
  11. كَرِيمٍkariiminyang mulia

Inti bacaan

Bukti alami yang diabaikan: 'betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis tanaman yang tumbuh baik', keragaman dan kelimpahan alam yang bisa diamati langsung tetap tidak cukup memicu refleksi bagi yang sudah menolak.

Penjelasan pilihan kata

'Zawjin kariimin' ('pasangan yang mulia', akar zwj+krm): 'zawj' di sini merujuk pasangan/jenis tumbuhan (bukan pasangan pernikahan), dan 'kariim' dipertahankan sebagai 'mulia', konsisten dengan konvensi kariim di seluruh teks ini (lih. 25:72), alih-alih diterjemahkan longgar 'tumbuh baik'.

Tafsiran

Ayat ini beralih ke fenomena alam sebagai tanda lain: keragaman tumbuhan yang berpasangan di bumi, sebuah bukti yang bisa diamati langsung namun tetap belum cukup memicu refleksi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya tidakkah mereka memperhatikan bumi. Bukan langit. Bukti yang ditunjuk berada di bawah kaki, bukan di tempat yang perlu ditengadahi.
  • Allah menyebut betapa banyak Dia menumbuhkan di sana segala jenis pasangan. Jumlahnya tak dihitung. Yang dipakai sebagai bukti keragamannya, bukan satu contoh yang menakjubkan.
  • Allah menyebut pasangan yang mulia. Kata itu dipakai untuk tumbuhan. Yang dianggap remeh orang diberi sebutan yang biasanya untuk sesuatu yang tinggi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.