Ayat 26:8

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةًinna fii dzaalika la-aayatansesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
  2. وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَwa-maa kaana aktsaruhum mu'miniinatetapi kebanyakan mereka tidak beriman

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. فِيfiipada
  3. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  4. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  5. وَمَاwa-maadan tidaklah
  6. كَانَkaanaadalah
  7. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  8. مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Kesimpulan jujur: 'terdapat tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman', ketersediaan bukti tidak selalu sebanding dengan tingkat penerimaan, sebuah kenyataan yang harus diterima tanpa mengurangi nilai bukti itu sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Aayatan' ('tanda', akar Ayy) dipertahankan konsisten.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan fenomena tumbuhan sebagai tanda sekaligus mengakui jujur bahwa ketersediaan bukti tidak selalu sebanding dengan tingkat penerimaan.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini bukan selingan sekali lewat. Ia terulang delapan kali di surah ini dan tidak muncul di surah mana pun yang lain, selalu bergandengan dengan ayat sesudahnya sebagai dua baris penutup yang tetap.
  • Kemunculan pertamanya, yang ini, menutup sesuatu yang tumbuh dari tanah; tujuh sisanya menutup riwayat kaum yang binasa. Ukuran yang dipakai untuk keduanya sama, dan laporan hasilnya pun sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.

Ayat 26:9

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. لَهُوَla-huwasungguh Dialah
  4. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  5. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Kombinasi sifat: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', kekuatan yang besar dipasangkan dengan kasih sayang yang mendalam, dua kualitas yang saling melengkapi bukan bertentangan.

Penjelasan pilihan kata

'Al-aziizu' ('Sang Digdaya', akar Ezz) dan 'ar-rahiimu' ('Sang Pengasih', akar rHm) dipertahankan tanpa prefiks 'Maha-': keduanya bentuk takrif (definit), diterjemahkan 'Sang' bukan 'Yang Maha'.

Tafsiran

Ayat ini menutup pembukaan surah dengan penegasan dua sifat yang saling melengkapi: kekuatan besar dipasangkan dengan kasih sayang mendalam, sebelum rangkaian panjang kisah para nabi dimulai.

Renungan dan Hikmah

  • Sebagai penutup ayat, pasangan sifat ini terhitung 13 kali di seluruh Quran, dan sembilan di antaranya berada di surah ini. Delapan kali ia berdiri persis sesudah kalimat yang menyebut kebanyakan orang tidak beriman.
  • Letaknya menahan satu kesimpulan yang gampang diambil. Tiap kali surah ini selesai melaporkan penolakan atau kebinasaan, yang disebut berikutnya bukan cuma kuasa untuk menindak, melainkan juga kasih sayang. Urutannya, bukan sekadar pemasangannya, yang menanggung maksud itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').