وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. لَهُوَla-huwasungguh Dialah
  4. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  5. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Kombinasi sifat: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', kekuatan yang besar dipasangkan dengan kasih sayang yang mendalam, dua kualitas yang saling melengkapi bukan bertentangan.

Penjelasan pilihan kata

'Al-aziizu' ('Sang Digdaya', akar Ezz) dan 'ar-rahiimu' ('Sang Pengasih', akar rHm) dipertahankan tanpa prefiks 'Maha-': keduanya bentuk takrif (definit), diterjemahkan 'Sang' bukan 'Yang Maha'.

Tafsiran

Ayat ini menutup pembukaan surah dengan penegasan dua sifat yang saling melengkapi: kekuatan besar dipasangkan dengan kasih sayang mendalam, sebelum rangkaian panjang kisah para nabi dimulai.

Renungan dan Hikmah

  • Sebagai penutup ayat, pasangan sifat ini terhitung 13 kali di seluruh Quran, dan sembilan di antaranya berada di surah ini. Delapan kali ia berdiri persis sesudah kalimat yang menyebut kebanyakan orang tidak beriman.
  • Letaknya menahan satu kesimpulan yang gampang diambil. Tiap kali surah ini selesai melaporkan penolakan atau kebinasaan, yang disebut berikutnya bukan cuma kuasa untuk menindak, melainkan juga kasih sayang. Urutannya, bukan sekadar pemasangannya, yang menanggung maksud itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').