وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ

dan dadaku terasa sempit, dan lidahku tidak lancar; maka utuslah kepada Harun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيwa-yadhiiqu shadrii wa-laa yanthaliqu lisaaniidan dadaku terasa sempit, dan lidahku tidak lancar
  2. فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَfa-arsil ilaa haaruunamaka utuslah kepada Harun

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَيَضِيقُwa-yadhiiqudan sempit
  2. صَدْرِيshadriidadaku
  3. وَلَاwa-laadan tidak pula
  4. يَنْطَلِقُyanthaliquberangkat
  5. لِسَانِيlisaaniilidahku
  6. فَأَرْسِلْfa-arsilmaka utuslah
  7. إِلَىٰilaakepada
  8. هَارُونَhaaruunaHarun

Inti bacaan

Kejujuran lanjutan Musa tentang keterbatasan komunikasinya: 'dadaku terasa sempit, lidahku tidak lancar; maka utuslah kepada Harun', permintaan bantuan konkret berdasarkan kesadaran diri yang jujur, bukan menyembunyikan kelemahan demi tampil sempurna.

Penjelasan pilihan kata

'Fa-arsil ilaa Haaruuna' ('maka utuslah kepada Harun', akar rsl): permintaan Musa agar Harun turut diutus/dikaruniai peran, sejajar dengan permohonannya di 20:29-32 ('jadikanlah untukku seorang penolong dari keluargaku, Harun, saudaraku'). Tidak ada penyebutan malaikat di sini sama sekali: tambahan '(Jibril)' yang muncul dalam sumber lain tidak berdasar pada teks Arab; 'arsil' merujuk pada pengutusan/pengangkatan Harun, bukan pengiriman malaikat kepadanya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan kejujuran Musa dengan permohonan konkret, bukan menolak misi, melainkan meminta dukungan tambahan sejak awal.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan Musa agar Harun turut diutus menunjukkan bahwa mengakui keterbatasan dan meminta dukungan sejak awal adalah bagian sah dari menjalankan misi besar, bukan tanda kegagalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-y-q, s-d-r, t-l-q, l-s-n, r-s-l): yadiiqu sadrii diterjemahkan 'dadaku sempit' (akar d-y-q + akar s-d-r); laa yantaliqu lisaanii diterjemahkan 'lidahku tidak lancar' (akar t-l-q + akar l-s-n); arsil diterjemahkan 'utuslah' (akar r-s-l). gloss '(bersamaku)' + footnote dibuang.