قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ

Firaun berkata, "Siapa Tuhan seisi alam itu?"

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ فِرْعَوْنُqaala fir'awnuFiraun berkata
  2. وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَwa-maa rabbu l-'aalamiinadan siapa Tuhan seisi alam itu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
  3. وَمَاwa-maadan apa yang
  4. رَبُّrabbuTuhan
  5. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Pertanyaan mendasar Firaun: 'Siapa Tuhan seisi alam itu?', keraguan yang jujur (meski dari posisi berkuasa) mengundang penjelasan lebih lanjut, membuka ruang dialog sebelum penolakan.

Penjelasan pilihan kata

'Rabbi l-aalamiina' ('Tuhan seisi alam', akar Elm) dipertahankan konsisten dengan pemakaian di 26:16.

Tafsiran

Ayat ini membuka dialog cepat bergantian antara Firaun dan Musa: pertanyaan Firaun langsung menantang klaim yang baru saja disampaikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam pertanyaan yang membuka dialog. Bukan penolakan. Pertanyaan.
  • Yang bertanya penguasa, dan pertanyaannya wajar. Sebutan itu baru baginya. Ia meminta keterangan.
  • Percakapan berikutnya bergantian cepat. Allah merekam keduanya. Tanya jawab tanpa jeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

DEFINISI INTERNAL: Fir'aun bertanya 'wa-maa rabbu l-'aalamiin' diterjemahkan 26:24 Musa: 'Tuhan langit, bumi, dan segala yang ada DI ANTARA keduanya', rabb al-'aalamiin dijabarkan sbg Tuhan ISI semesta diterjemahkan 'Tuhan seisi alam'. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.