قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

Ia berkata, "Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu."

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَqaala rabbukum wa-rabbu aabaa'ikumu l-awwaliinaia berkata, Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبُّكُمْrabbukumTuhan kalian
  3. وَرَبُّwa-rabbudan Tuhan
  4. آبَائِكُمُaabaa'ikumubapak-bapak kalian
  5. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Musa memperluas jawaban: 'Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu', memperluas cakupan argumen untuk menjangkau tradisi yang dihormati Firaun sendiri.

Penjelasan pilihan kata

Musa memperluas jawabannya, menegaskan bahwa Tuhan yang sama ini juga Tuhan generasi-generasi sebelumnya, bukan konsep baru.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan jawaban Musa dengan memperluas cakupan, bukan hanya Tuhan alam semesta, tetapi juga Tuhan yang diakui lintas generasi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Musa memperluas jawabannya. Tadi langit dan bumi. Kini nenek moyang mereka.
  • Yang dipakai justru yang mereka hormati. Tradisi leluhur. Senjatanya dipinjam.
  • Jawabannya bertingkat, bukan diulang. Allah merekam tiap tingkatnya. Yang bertanya dijawab makin dekat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, a-b-w, a-w-l): rabbukum diterjemahkan 'Tuhan kalian' (akar r-b-b); aabaa' diterjemahkan 'nenek moyang' (akar '-b-w). gloss '(Musa)/(Dia)' dibuang.