وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

Dan ia menarik tangannya, tiba-tiba ia menjadi putih bagi orang-orang yang melihat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَزَعَ يَدَهُwa-naza'a yadahudan ia menarik tangannya
  2. فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَfa-idzaa hiya baydhaa'u li-n-naazhiriinatiba-tiba ia menjadi putih bagi orang-orang yang melihat

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَنَزَعَwa-naza'adan ia mengeluarkan
  2. يَدَهُyadahutangannya
  3. فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
  4. هِيَhiyaia
  5. بَيْضَاءُbaydhaa'uputih
  6. لِلنَّاظِرِينَli-n-naazhiriinabagi orang-orang yang memandang

Inti bacaan

Demonstrasi kedua: tangan 'menjadi putih bagi orang-orang yang melihat', tanda kedua yang memperkuat bukti pertama, presentasi yang lengkap bukan setengah-setengah.

Penjelasan pilihan kata

'Baydaa'u' ('putih', akar byD) dipertahankan literal, tanpa menambah penjelasan medis atau simbolis tentang sifat keputihannya.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan mukjizat kedua Musa: melengkapi ular tongkat dengan tanda kedua, tangan yang bercahaya putih di hadapan para penonton.

Renungan dan Hikmah

  • Dua mukjizat berurutan, tongkat menjadi ular dan tangan menjadi putih bercahaya, memberikan bukti ganda yang tak bisa dibantah dengan tuduhan 'gila' semata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-z-', y-d-y, b-y-d, n-zh-r): naza'a yadahu diterjemahkan 'menarik tangannya' (akar n-z-' + akar y-d-y); baydaa' diterjemahkan 'putih' (akar b-y-d); naazhiriin diterjemahkan 'yang melihat' (akar n-zh-r). gloss '(tangan itu)/(bercahaya)/(-nya)' dibuang.