قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

Ia berkata kepada para pemuka di sekitarnya, "Sesungguhnya ia ini benar-benar seorang penyihir yang berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُqaala li-l-mala'i hawlahuia berkata kepada para pemuka di sekitarnya
  2. إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌinna haadzaa la-saahirun 'aliimunsesungguhnya ia ini benar-benar seorang penyihir yang berilmu

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. لِلْمَلَإِli-l-mala'ikepada para pemuka
  3. حَوْلَهُhawlahusekelilingnya
  4. إِنَّinnasesungguhnya
  5. هَٰذَاhaadzaaini
  6. لَسَاحِرٌla-saahirunbenar-benar penyihir
  7. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Respons Firaun tetap menolak meski melihat bukti: 'Sesungguhnya dia ini benar-benar seorang penyihir yang berilmu', bukti konkret dijelaskan ulang menggunakan kerangka yang familiar (sihir) untuk menghindari kesimpulan yang tidak diinginkan.

Penjelasan pilihan kata

Speaker dipertahankan tanpa penanda kurung eksplisit, konsisten dengan konvensi dialog di rangkaian sebelumnya (lih. 26:25). Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 26:35.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan Firaun beralih dari konfrontasi langsung ke mengumpulkan dukungan pemuka istana, membingkai mukjizat Musa sebagai sihir yang bisa dilawan dengan sihir pula.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Firaun berbicara kepada para pemuka, bukan kepada Musa. Berpaling. Yang tak sanggup dijawab dibawa ke ruang lain.
  • Sebutan yang ia pakai penyihir yang berilmu. Sambil memuji. Yang dilihatnya diakui hebat, cuma diberi nama yang salah.
  • Allah merekam ia memakai kata ia ini, seolah menunjuk dari jauh. Bukan menyapanya. Lawan bicaranya diubah jadi bahan pembicaraan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Bandingkan LEMA: Fir'aun menyebut Musa 'penyihir yang BERILMU' (saahirun aliim), lema SAMA dgn sebutan Allah; terjemahan lain pecah ('sangat pandai') menyembunyikan kesamaannya; intensitas 'sangat' tak ditandai (contoh serupa ghaffaar). Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').