فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ
Lalu, mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, "Demi kedigdayaan Firaun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar menang."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْfa-alqaw hibaalahum wa-'ishiyyahumlalu mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka
- وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَwa-qaaluu bi-'izzati fir'awna innaa la-nahnu l-ghaalibuunaseraya berkata, demi kedigdayaan Firaun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar menang
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَأَلْقَوْاfa-alqawmaka mereka melemparkan
- حِبَالَهُمْhibaalahumtali-tali mereka
- وَعِصِيَّهُمْwa-'ishiyyahumdan tongkat-tongkat mereka
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- بِعِزَّةِbi-'izzatidemi kemuliaan
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- لَنَحْنُla-nahnusungguh kamilah
- الْغَالِبُونَl-ghaalibuunaorang-orang yang menang
Inti bacaan
Sumpah para penyihir: 'Demi kedigdayaan Fir'aun, sesungguhnya kamilah yang benar-benar menang', investasi keyakinan pada otoritas manusiawi yang akan segera terbukti rapuh di hadapan kebenaran yang lebih besar.
Penjelasan pilihan kata
'Izzati Fir'awna' ('kedigdayaan Firaun', akar Ezz): akar yang sama dengan 'al-aziizu' ('Sang Digdaya') di 26:9, di sini dipakai justru untuk bersumpah demi kekuatan Firaun, sebuah ironi yang tajam mengingat kedigdayaan sejati yang disebut di awal surah adalah milik Allah.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan sumpah para penyihir atas nama kekuatan Firaun: kepercayaan mereka bersandar pada otoritas manusia, kontras langsung dengan pembukaan surah.
Renungan dan Hikmah
- Sumpah 'demi kedigdayaan Firaun' memakai akar kata yang sama dengan sifat Allah 'Sang Digdaya' di pembukaan surah (26:9), sebuah ironi tajam: kedigdayaan yang mereka andalkan ternyata bukan yang sejati.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
bi-'izzati fir'awna diterjemahkan 'Demi kedigdayaan Fir'aun' (terjemahan lain 'kekuasaan'); sumpah palsu para penyihir, kata yang sama dgn 38:82 sumpah Iblis, biarkan pembaca melihat polanya. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.