فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ
Maka tersungkurlah para penyihir itu dalam keadaan bersujud.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَfa-ulqiya s-saharatu saajidiinamaka tersungkurlah para penyihir itu dalam keadaan bersujud
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَأُلْقِيَfa-ulqiyamaka dijatuhkan
- السَّحَرَةُs-saharatupara penyihir
- سَاجِدِينَsaajidiinaorang-orang yang bersujud
Inti bacaan
Transformasi instan: 'tersungkurlah para penyihir itu dalam keadaan bersujud', pengakuan kebenaran yang begitu cepat dan tulus dari mereka yang tadinya paling ahli dalam tipuan, menunjukkan bahwa keahlian teknis tidak menghalangi kejujuran hati yang genuine.
Penjelasan pilihan kata
'Ulqiya' ('tersungkur', pasif dari akar lqy) dipertahankan literal: kata kerja pasif menunjukkan sujud ini datang begitu spontan, seolah mereka tak sanggup menahannya.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan titik balik dramatis: para ahli sihir yang paling memahami trik dan rekayasa justru yang pertama mengenali bahwa apa yang mereka saksikan bukan sihir.
Renungan dan Hikmah
- Para penyihir, sebagai pihak yang paling memahami batas-batas trik dan rekayasa, justru yang paling cepat mengenali bahwa apa yang mereka saksikan bukan sihir; pengakuan dari sumber yang paling kompeten menilai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, s-h-r, s-j-d): ulqiya diterjemahkan 'tersungkur (dilemparkan)' (akar l-q-y); saharah diterjemahkan 'penyihir' (akar s-h-r); saajidiin diterjemahkan 'bersujud' (akar s-j-d). Selaras.