قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ
Mereka berkata, "Tidak ada mudarat; sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا لَا ضَيْرَqaaluu laa dhayramereka berkata, tidak ada mudarat
- إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَinnaa ilaa rabbinaa munqalibuunasesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami
Terjemahan per kata (7 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- لَاlaatidak
- ضَيْرَdhayrabahaya
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّنَاrabbinaaTuhan kami
- مُنْقَلِبُونَmunqalibuunaorang-orang yang kembali
Inti bacaan
Ketenangan luar biasa menghadapi ancaman kematian: 'Tidak ada mudarat; sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami', keyakinan yang begitu kuat sehingga ancaman fisik terberat pun tidak lagi menakutkan.
Penjelasan pilihan kata
'Laa dayra' ('tidak ada mudarat', akar Dyr) dipertahankan literal: respons singkat dan tenang terhadap ancaman yang begitu ekstrem. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 26:51.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan ketenangan luar biasa para penyihir yang baru beriman: ancaman kematian mengerikan dijawab tanpa kepanikan.
Renungan dan Hikmah
- Respons 'tidak ada mudarat' terhadap ancaman potong tangan-kaki dan salib menunjukkan pergeseran perspektif total, iman yang baru mereka temukan mengubah cara mereka memandang ancaman fisik yang paling ekstrem sekalipun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, d-y-r, r-b-b, q-l-b): laa dayr diterjemahkan 'tidak ada mudarat (tak mengapa)' (akar d-y-r); munqalibuun diterjemahkan 'kembali (berbalik)' (akar q-l-b). gloss '(yang kami takutkan)' dibuang.