إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَاinnaa natma'u an yaghfira lanaa rabbunaa khataayaanaasesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami
- أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَan kunnaa awwala l-mu'miniinakarena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin
Aplikasi
Harapan yang tulus di tengah ancaman: 'kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin', kerendahan hati bercampur kebanggaan yang sehat atas keputusan berani yang baru diambil.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: '“We hope that our Lord will forgive us our offences1 because we were the first of the believers.”2' Corpus ayat ini: «yagofira, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').