فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, para pengikut Musa berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِfa-lammaa taraa'aa l-jam'aanimaka ketika kedua golongan itu saling melihat
  2. قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَqaala ash-haabu muusaa innaa la-mudrakuunapara pengikut Musa berkata, sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. تَرَاءَىtaraa'aasaling melihat
  3. الْجَمْعَانِl-jam'aanidua pasukan
  4. قَالَqaalaberkata
  5. أَصْحَابُash-haabupenghuni
  6. مُوسَىٰmuusaaMusa
  7. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  8. لَمُدْرَكُونَla-mudrakuunabenar-benar akan tersusul

Inti bacaan

Kepanikan yang jujur diungkapkan: 'Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul', ketakutan wajar dari para pengikut Musa saat menghadapi laut di depan dan pasukan di belakang, situasi yang tampak tanpa jalan keluar.

Penjelasan pilihan kata

'Mudrakuuna' ('akan tersusul', akar drk) dipertahankan literal: ketakutan yang jujur diungkapkan tanpa disamarkan.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan momen ketakutan kolektif para pengikut Musa: terjepit antara laut dan pasukan yang mengejar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ketakutan pengikut, bukan ketenangan pemimpin. Yang panik disebut. Nabinya di ayat berikutnya.
  • Dua golongan disebut saling melihat. Jaraknya sudah dekat. Di situ ketakutannya muncul.
  • Kalimat mereka tidak dikoreksi Allah di ayat ini. Dibiarkan berdiri. Jawabannya datang dari Musa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, j-m-', q-w-l, s-h-b, d-r-k): taraa'aa diterjemahkan 'saling melihat' (akar r-'-y); jam'aan diterjemahkan 'dua golongan' (akar j-m-'); ashaab muusaa diterjemahkan 'para pengikut Musa' (akar s-h-b); mudrakuun diterjemahkan 'tersusul (terkejar)' (akar d-r-k). Selaras.