فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut dengan tongkatmu itu." Maka, terbelahlah, dan setiap belahan seperti gunung yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَfa-awhaynaa ilaa muusaa ani dhrib bi-'ashaaka l-bahralalu Kami wahyukan kepada Musa, pukullah laut dengan tongkatmu itu
  2. فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِfa-nfalaqa fa-kaana kullu firqin ka-th-thawdi l-'azhiimimaka terbelahlah, dan setiap belahan seperti gunung yang agung

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. فَأَوْحَيْنَاfa-awhaynaamaka Kami mewahyukan
  2. إِلَىٰilaakepada
  3. مُوسَىٰmuusaaMusa
  4. أَنِaniyaitu
  5. اضْرِبْdhribpukullah
  6. بِعَصَاكَbi-'ashaakadengan tongkatmu
  7. الْبَحْرَl-bahralaut
  8. فَانْفَلَقَfa-nfalaqamaka terbelahlah
  9. فَكَانَfa-kaanamaka jadilah
  10. كُلُّkullusetiap
  11. فِرْقٍfirqinbelahan
  12. كَالطَّوْدِka-th-thawdiseperti gunung
  13. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Instruksi ajaib yang tepat waktu: 'Pukullah laut dengan tongkatmu', solusi yang datang tepat pada momen paling kritis, ketika semua jalan lain tampak tertutup, setiap belahan menjadi 'seperti gunung yang agung'.

Penjelasan pilihan kata

'Ka-t-tawdi l-azhiimi' ('seperti gunung yang agung') dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(laut itu)': subjek sudah jelas dari konteks langsung sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan mukjizat penyelamatan langsung: jawaban atas keyakinan Musa di 26:62, datang tepat pada momen paling genting.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh memukul air dengan kayu. Perintahnya terdengar sia-sia. Yang terjadi sesudahnya tidak.
  • Alatnya tongkat yang sudah ada di tangannya. Bukan alat baru. Yang lama dipakai untuk yang belum pernah terjadi.
  • Belahannya digambarkan Allah seperti gunung, bukan seperti dinding. Yang dibandingkan besarnya. Bukan bentuknya saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja.; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.