Ayat 26:67

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةًinna fii dzaalika la-aayatansesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda
  2. وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَwa-maa kaana aktsaruhum mu'miniinatetapi kebanyakan mereka tidak beriman

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. فِيfiipada
  3. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  4. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  5. وَمَاwa-maadan tidaklah
  6. كَانَkaanaadalah
  7. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  8. مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Refleksi penting: peristiwa ini mengandung 'tanda', namun 'kebanyakan mereka tidak beriman', bukti sejarah yang luar biasa tidak otomatis menghasilkan keimanan universal, tergantung kesiapan hati penerimanya.

Penjelasan pilihan kata

Frasa penutup ini identik dengan 26:8: refrain yang sama menutup kisah Musa seperti menutup pembukaan surah, sebuah pola yang akan berulang di setiap kisah nabi berikutnya dalam surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Musa dengan refrain standar surah: peristiwa sebesar apa pun tetap tidak menjamin penerimaan universal.

Renungan dan Hikmah

  • Kisah Musa ditutup Allah dengan kalimat yang sama seperti pembuka surah. Tandanya ada. Yang beriman tetap sedikit.
  • Laut terbelah pun masuk hitungan tanda, bukan pengecualian. Sebesar itu tetap disebut tanda. Besarnya tidak mengubah hasilnya.
  • Kalimat ini akan diulang Allah di setiap kisah berikutnya. Susunannya tidak berubah. Yang berganti hanya kisah sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.

Ayat 26:68

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. لَهُوَla-huwasungguh Dialah
  4. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  5. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Kombinasi sifat yang menutup narasi: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', kekuatan yang menyelamatkan dan menghukum secara adil dipadukan dengan kasih sayang yang mendasari keseluruhan tindakan.

Penjelasan pilihan kata

Frasa penutup ini identik dengan 26:9: refrain kedua yang menutup kisah Musa sama persis dengan yang menutup pembukaan surah, menegaskan struktur berulang yang akan menandai setiap kisah nabi dalam surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Musa dengan refrain ganda yang sama dari pembukaan surah: kekuatan besar dipasangkan dengan kasih sayang mendalam, kerangka yang terbukti benar melalui kisah yang baru saja diceritakan.

Renungan dan Hikmah

  • Kisah Musa dibuka dan ditutup dengan dua refrain yang sama persis dari pembukaan surah (26:8-9 dan 26:67-68), struktur bingkai yang akan menandai setiap kisah nabi berikutnya, menegaskan bahwa pola ini bukan kebetulan melainkan desain sastra yang disengaja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').