وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. لَهُوَla-huwasungguh Dialah
  4. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  5. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Kombinasi sifat yang menutup narasi: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', kekuatan yang menyelamatkan dan menghukum secara adil dipadukan dengan kasih sayang yang mendasari keseluruhan tindakan.

Penjelasan pilihan kata

Frasa penutup ini identik dengan 26:9: refrain kedua yang menutup kisah Musa sama persis dengan yang menutup pembukaan surah, menegaskan struktur berulang yang akan menandai setiap kisah nabi dalam surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Musa dengan refrain ganda yang sama dari pembukaan surah: kekuatan besar dipasangkan dengan kasih sayang mendalam, kerangka yang terbukti benar melalui kisah yang baru saja diceritakan.

Renungan dan Hikmah

  • Kisah Musa dibuka dan ditutup dengan dua refrain yang sama persis dari pembukaan surah (26:8-9 dan 26:67-68), struktur bingkai yang akan menandai setiap kisah nabi berikutnya, menegaskan bahwa pola ini bukan kebetulan melainkan desain sastra yang disengaja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').