قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala, dan kami senantiasa tekun menyembahnya."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًاqaaluu na'budu ashnaamanmereka menjawab, kami menyembah berhala-berhala
- فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَfa-nazhallu lahaa 'aakifiinadan kami senantiasa tekun menyembahnya
Terjemahan per kata (6 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- نَعْبُدُna'budukami mengabdi
- أَصْنَامًاashnaamanberhala
- فَنَظَلُّfa-nazhallumaka jadilah kami
- لَهَاlahaakepadanya
- عَاكِفِينَ'aakifiinaorang-orang yang tekun menyembah
Inti bacaan
Jawaban jujur yang menunjukkan konsistensi: 'kami senantiasa tekun menyembahnya', pengakuan terus terang tentang praktik mereka, membuka jalan bagi dialog lebih lanjut.
Penjelasan pilihan kata
'Aakifiina' ('tekun menyembahnya', akar Ekf) dipertahankan literal: menekankan kesungguhan dan keteguhan praktik, bukan sekadar kebiasaan pasif.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan jawaban jujur tanpa pembelaan filosofis: pengakuan langsung disertai penegasan ketekunan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam jawaban yang tidak berkelit. Mereka mengaku terus terang. Tanpa dibungkus alasan.
- Ketekunannya justru ditambahkan sendiri. Bukan sekadar mengaku. Mereka membanggakannya.
- Jawaban sejujur itu membuka pintu bagi pertanyaan berikutnya. Allah merekam urutannya. Yang mengaku bisa ditanya lebih jauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, '-b-d, s-n-m, zh-l-l, '-k-f): na'budu diterjemahkan 'kami menyembah' (akar '-b-d); asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'; aakifiin diterjemahkan 'tekun menyembah' (akar '-k-f). Selaras.