قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ
Mereka menjawab, "Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu."
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَqaaluu bal wajadnaa aabaa'anaa ka-dzaalika yaf'aluunamereka menjawab, tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu
Terjemahan per kata (6 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- بَلْbalbahkan
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- يَفْعَلُونَyaf'aluunamelakukan
Inti bacaan
Jawaban yang mengungkap dasar sesungguhnya: 'kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu', alasan yang murni berdasarkan tradisi, bukan verifikasi rasional terhadap fungsi nyata objek yang disembah.
Penjelasan pilihan kata
Jawaban ini secara implisit mengakui bahwa berhala tidak mendengar atau berdampak: dasar penyembahan mereka bukan fungsi, melainkan tradisi turun-temurun.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen kunci: pengakuan tak langsung bahwa dasar penyembahan mereka bukan pada kemampuan berhala, melainkan semata warisan leluhur.
Renungan dan Hikmah
- Jawaban mereka tidak membantah bahwa berhala tak mendengar atau berdampak, mereka justru mengalihkan dasar penyembahan sepenuhnya ke tradisi leluhur, sebuah pengakuan tersirat bahwa fungsi bukan alasan sesungguhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, w-j-d, a-b-w, f-'-l): wajadnaa aabaa'anaa diterjemahkan 'kami mendapati nenek moyang kami' (akar w-j-d + akar '-b-w); yaf'aluun diterjemahkan 'berbuat' (akar f-'-l), dalih ikut-nenek-moyang (cf. 2:170, 21:53, 43:23; kritik-terjemahan ini: taklid buta ≠ bukti). Selaras.