قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ

Ia berkata, "Apakah kalian memperhatikan apa yang selalu kalian sembah,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَqaala a-fa-ra'aytum maa kuntum ta'buduunaia berkata, apakah kalian memperhatikan apa yang selalu kalian sembah

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. أَفَرَأَيْتُمْa-fa-ra'aytumapakah kalian memperhatikan
  3. مَاmaaapa yang
  4. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  5. تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah

Inti bacaan

Ibrahim mengalihkan fokus dari tradisi ke evaluasi langsung: 'Apakah kalian memperhatikan apa yang selalu kalian sembah?', mengajak audiens mengevaluasi secara mandiri, bukan hanya menerima warisan tanpa pemeriksaan.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan dibuka di sini dan berlanjut hingga akhir 26:82 (tetap terbuka, berlanjut ke rangkaian berikutnya): satu pidato panjang Ibrahim yang berpuncak pada doa.

Tafsiran

Ayat ini membuka argumen puncak Ibrahim: mengajak refleksi langsung terhadap objek penyembahan mereka dan leluhur mereka sekaligus.

Renungan dan Hikmah

  • Ibrahim menyuruh melihat, bukan menyuruh berhenti. Allah merekam ajakan itu apa adanya. Kesimpulannya biar mereka yang ambil.
  • Kata selalu menandai kebiasaan, bukan keyakinan. Yang disembah diwarisi. Pertanyaannya menyentuh kebiasaan itu.
  • Pidatonya dibuka Allah dengan pertanyaan panjang. Bukan dengan larangan. Yang panjang justru ajakannya berpikir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-a-y, k-w-n, '-b-d): ra'aytum diterjemahkan 'memperhatikan (melihat)' (akar r-'-y); ta'buduun diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d). gloss '(Ibrahim)' dibuang.