Ayat 26:78

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ

yang telah menciptakanku, maka Dialah yang memberiku petunjuk,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِalladzii khalaqanii fa-huwa yahdiiniyang telah menciptakanku, maka Dialah yang memberiku petunjuk

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. خَلَقَنِيkhalaqaniimenciptakanku
  3. فَهُوَfa-huwamaka dia
  4. يَهْدِينِyahdiinimemberiku petunjuk

Inti bacaan

Alasan mendasar: 'yang telah menciptakanku, maka Dia pula yang memberiku petunjuk', hubungan logis antara penciptaan dan bimbingan, sebuah kesatuan yang koheren dalam pemahaman Ibrahim tentang Tuhannya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka rangkaian enam sifat Tuhan yang disebut berturut-turut (26:78-82): masing-masing dalam bentuk pengalaman personal Ibrahim, bukan klaim abstrak.

Tafsiran

Ayat ini memulai daftar sifat Tuhan dengan penciptaan dan petunjuk: dua hal mendasar yang menjadi fondasi keberadaan dan arah hidup.

Renungan dan Hikmah

  • Ibrahim memulai dari dirinya sendiri. Yang menciptakanku, katanya. Allah merekam pilihan sudut itu.
  • Dua hal disambungkan: mencipta dan menunjuki. Yang membuat juga yang mengarahkan. Keduanya satu tangan.
  • Daftar sifat itu dibuka Allah dengan yang paling mendasar. Ada dahulu. Arah kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-q, h-d-y): khalaqanii fa-huwa yahdiin diterjemahkan 'menciptakanku, maka Dia memberiku petunjuk' (akar kh-l-q + akar h-d-y HDY, Sang Pencipta ialah Sang Pemberi-petunjuk; hidaayah sifat Ilahi). gloss '(Allah)' dibuang.

Ayat 26:79

وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ

dan yang memberiku makan dan minum,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِwa-lladzii huwa yuth'imunii wa-yasqiinidan yang memberiku makan dan minum

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَالَّذِيwa-lladziidan yang
  2. هُوَhuwaDia
  3. يُطْعِمُنِيyuth'imuniimemberiku makan
  4. وَيَسْقِينِwa-yasqiinidan Dia memberiku minum

Inti bacaan

Kebutuhan dasar terpenuhi: 'memberiku makan dan minum', pengakuan atas penyediaan kebutuhan fisik paling mendasar sebagai bukti perhatian yang nyata dan berkelanjutan.

Penjelasan pilihan kata

Melanjutkan daftar dengan kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar dengan pemeliharaan jasmani sehari-hari: kebutuhan yang paling mendasar dan konstan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim menyebut yang paling sehari-hari. Makan. Dan minum.
  • Daftarnya turun dari yang besar ke yang kecil. Yang menciptakan. Lalu yang memberi makan.
  • Yang disebut kebutuhan tubuh, bukan petunjuk. Allah merekam keduanya dalam satu doa. Yang jasmani ikut dihitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-'-m, s-q-y): yut'imunii diterjemahkan 'memberiku makan' (akar t-'-m); yasqiin diterjemahkan 'memberiku minum' (akar s-q-y). Selaras.

Ayat 26:80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِwa-idzaa maridhtu fa-huwa yasyfiinidan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. مَرِضْتُmaridhtuaku sakit
  3. فَهُوَfa-huwamaka dia
  4. يَشْفِينِyasyfiinimenyembuhkanku

Inti bacaan

Pengakuan tentang kesehatan: 'apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku', bahkan proses penyembuhan (yang melibatkan usaha manusia seperti pengobatan) tetap dikembalikan kepada sumber utama yang memungkinkan kesembuhan terjadi.

Penjelasan pilihan kata

Menambahkan dimensi kerentanan: pemulihan dari sakit sebagai bagian dari pemeliharaan yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan kerentanan dan pemulihan ke dalam daftar, bukan hanya pemeliharaan rutin, tetapi juga penyembuhan saat terjadi gangguan.

Renungan dan Hikmah

  • Ibrahim tidak menisbahkan sakitnya kepada Tuhannya. Yang disebut hanya sembuhnya. Allah merekam pilihan kata itu.
  • Kerentanan masuk ke dalam daftar. Bukan cuma yang enak. Sakit pun disebut.
  • Obat dan tabib tidak disebut, dan itu tidak menyangkalnya. Allah menyebut sumber terakhirnya. Yang di tengah tidak dihapus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-r-d, sh-f-y): maridtu diterjemahkan 'aku sakit' (akar m-r-d); yashfiin diterjemahkan 'menyembuhkanku' (akar sh-f-y). Selaras.

Ayat 26:81

وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

dan yang mematikanku, kemudian menghidupkanku,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِwa-lladzii yumiitunii tsumma yuhyiinidan yang mematikanku, kemudian menghidupkanku

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَالَّذِيwa-lladziidan yang
  2. يُمِيتُنِيyumiituniiDia mematikanku
  3. ثُمَّtsummakemudian
  4. يُحْيِينِyuhyiiniDia menghidupkanku

Inti bacaan

Siklus hidup-mati yang diakui: 'yang mematikanku, kemudian menghidupkanku', penerimaan penuh terhadap seluruh siklus keberadaan, termasuk kematian dan kebangkitan berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Daftar meluas dari kehidupan sehari-hari ke batas kehidupan itu sendiri: kematian dan kebangkitan.

Tafsiran

Ayat ini meluaskan daftar dari kebutuhan harian ke batas eksistensi itu sendiri: otoritas atas kematian dan kehidupan kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim menyebut kematiannya sendiri. Bukan kematian orang lain. Yang mematikanku.
  • Daftarnya bergerak dari makan minum ke mati hidup. Yang harian disebut dulu. Yang paling besar belakangan.
  • Kata mematikan disandingkan Allah dengan menghidupkan. Bukan berhenti di mati. Ada lanjutannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-w-t, h-y-y): yumiitunii diterjemahkan 'mematikanku' (akar m-w-t); yuhyiin diterjemahkan 'menghidupkanku' (akar h-y-y). Selaras.

Ayat 26:82

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

dan yang sangat kuharapkan mengampuni kesalahanku pada Hari Pertanggungjawaban.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِيwa-lladzii athma'u an yaghfira lii khathii'atiidan yang sangat kuharapkan mengampuni kesalahanku
  2. يَوْمَ الدِّينِyawma d-diinipada Hari Pertanggungjawaban

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَالَّذِيwa-lladziidan yang
  2. أَطْمَعُathma'uaku berharap
  3. أَنْanuntuk
  4. يَغْفِرَyaghfiramengampuni
  5. لِيliibagiku
  6. خَطِيئَتِيkhathii'atiikesalahanku
  7. يَوْمَyawmahari
  8. الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban

Inti bacaan

Harapan tulus tentang pengampunan: 'sangat kuharapkan mengampuni kesalahanku pada Hari Pertanggungjawaban', kerendahan hati mengakui kesalahan pribadi bahkan dari figur seteguh Ibrahim, tanpa klaim kesempurnaan diri.

Penjelasan pilihan kata

'Yawma d-diini' ('Hari Pertanggungjawaban', akar dyn) dipertahankan konsisten dengan pemakaian di 15:35. Ayat ini menutup daftar enam sifat dengan pengakuan rendah hati, bukan klaim pasti diampuni, melainkan harapan.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sifat Tuhan dengan nada rendah hati yang mencolok: dari klaim pasti (menciptakan, memberi petunjuk, memberi makan, menyembuhkan, mematikan-menghidupkan) menjadi harapan tentang pengampunan, bukan kepastian.

Renungan dan Hikmah

  • Setelah lima klaim pasti tentang tindakan Tuhan, klaim keenam tentang pengampunan diungkapkan sebagai harapan ('atma'u'), bukan kepastian; kerendahan hati Ibrahim yang tidak menganggap keselamatannya sudah pasti meski kedekatannya dengan Tuhan begitu jelas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(15:35: 'hari Kiamat'). Ucapan Ibrahim: harapan ampunan pada Hari Pertanggungjawaban. Bagian rollout kelompok (a) akar diin, 12 kemunculan 'yawm al-diin' (15:35, 26:82, 37:20, 38:78, 51:12, 56:56, 70:26, 74:46, 82:15/17/18, 83:11) diseragamkan 'Hari Pertanggungjawaban' demi konsistensi leksikal. Konvergen mainstream (bukan reinterpretasi kontroversial); nuansa 'pertanggungjawaban' menyorot hisaab yg diakui tradisi (terjemahan lain sendiri: yaumul-hisaab). Catatan lama menyebut dua padanan untuk hari itu, 'pengadilan' dan 'pembalasan'; sebagian penerjemah tidak pernah memakai yang kedua di ayat-ayat ini. Frasa 'yawm al-diin' (akar d-y-n). Konvensi terjemahan ini: diin wajah (a) = pertanggungjawaban (balasan+perhitungan), lih. definisi-jangkar di scripts/ + entri kanonik 1:4.