وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِwa-idzaa maridhtu fa-huwa yasyfiinidan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- مَرِضْتُmaridhtuaku sakit
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- يَشْفِينِyasyfiinimenyembuhkanku
Inti bacaan
Pengakuan tentang kesehatan: 'apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku', bahkan proses penyembuhan (yang melibatkan usaha manusia seperti pengobatan) tetap dikembalikan kepada sumber utama yang memungkinkan kesembuhan terjadi.
Penjelasan pilihan kata
Menambahkan dimensi kerentanan: pemulihan dari sakit sebagai bagian dari pemeliharaan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan kerentanan dan pemulihan ke dalam daftar, bukan hanya pemeliharaan rutin, tetapi juga penyembuhan saat terjadi gangguan.
Renungan dan Hikmah
- Ibrahim tidak menisbahkan sakitnya kepada Tuhannya. Yang disebut hanya sembuhnya. Allah merekam pilihan kata itu.
- Kerentanan masuk ke dalam daftar. Bukan cuma yang enak. Sakit pun disebut.
- Obat dan tabib tidak disebut, dan itu tidak menyangkalnya. Allah menyebut sumber terakhirnya. Yang di tengah tidak dihapus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-r-d, sh-f-y): maridtu diterjemahkan 'aku sakit' (akar m-r-d); yashfiin diterjemahkan 'menyembuhkanku' (akar sh-f-y). Selaras.