وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ
dan yang mematikanku, kemudian menghidupkanku,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِwa-lladzii yumiitunii tsumma yuhyiinidan yang mematikanku, kemudian menghidupkanku
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَالَّذِيwa-lladziidan yang
- يُمِيتُنِيyumiituniiDia mematikanku
- ثُمَّtsummakemudian
- يُحْيِينِyuhyiiniDia menghidupkanku
Inti bacaan
Siklus hidup-mati yang diakui: 'yang mematikanku, kemudian menghidupkanku', penerimaan penuh terhadap seluruh siklus keberadaan, termasuk kematian dan kebangkitan berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
Daftar meluas dari kehidupan sehari-hari ke batas kehidupan itu sendiri: kematian dan kebangkitan.
Tafsiran
Ayat ini meluaskan daftar dari kebutuhan harian ke batas eksistensi itu sendiri: otoritas atas kematian dan kehidupan kembali.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim menyebut kematiannya sendiri. Bukan kematian orang lain. Yang mematikanku.
- Daftarnya bergerak dari makan minum ke mati hidup. Yang harian disebut dulu. Yang paling besar belakangan.
- Kata mematikan disandingkan Allah dengan menghidupkan. Bukan berhenti di mati. Ada lanjutannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-w-t, h-y-y): yumiitunii diterjemahkan 'mematikanku' (akar m-w-t); yuhyiin diterjemahkan 'menghidupkanku' (akar h-y-y). Selaras.