رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku putusan dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًاrabbi hab lii hukmanwahai Tuhanku, berikanlah kepadaku putusan
  2. وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَwa-alhiqnii bi-sh-shaalihiinadan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. رَبِّrabbiTuhan
  2. هَبْhabanugerahkanlah
  3. لِيliibagiku
  4. حُكْمًاhukmanhikmah
  5. وَأَلْحِقْنِيwa-alhiqniidan gabungkanlah aku
  6. بِالصَّالِحِينَbi-sh-shaalihiinaorang-orang saleh

Inti bacaan

Doa untuk kebijaksanaan: 'berikanlah kepadaku putusan dan pertemukanlah aku dengan orang-orang saleh', permohonan kapasitas menilai yang baik dipasangkan dengan keinginan berada dalam lingkungan yang positif.

Penjelasan pilihan kata

Pidato Ibrahim yang dibuka di 26:75 bergeser di sini dari deskripsi tentang Allah (orang ketiga, 26:78-82) menjadi doa langsung (orang kedua, vokatif): pergeseran mulus dalam satu ucapan yang sama, tanpa penanda '(Ibrahim berdoa,)' tambahan karena kutipan memang belum ditutup sejak 26:75.

Tafsiran

Ayat ini membuka rangkaian permohonan konkret Ibrahim: dimulai dengan putusan/kebijaksanaan dan persekutuan dengan orang-orang saleh.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim meminta putusan dan dipertemukan dengan orang-orang saleh. Dua-duanya. Yang diminta bukan kemenangan, melainkan kejelasan dan teman.
  • Yang kedua tentang siapa yang menemani. Bukan tentang tempat. Yang diinginkan di ujung perjalanan bukan kedudukan, melainkan berada di antara orang yang benar.
  • Allah menempatkan permintaan ini sebagai pembuka rangkaian doanya yang panjang. Yang pertama disebut. Sebelum meminta ampunan dan surga, yang diminta lebih dahulu kejelasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).