وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
dan jadikanlah bagiku buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَwa-j'al lii lisaana shidqin fii l-aakhiriinadan jadikanlah bagiku buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَاجْعَلْwa-j'aldan jadikanlah
- لِيliibagiku
- لِسَانَlisaanalidah
- صِدْقٍshidqinkebenaran
- فِيfiidi kalangan
- الْآخِرِينَl-aakhiriinaorang-orang yang kemudian
Inti bacaan
Doa tentang warisan reputasi: 'jadikanlah bagiku lidah kebenaran di kalangan orang-orang yang datang kemudian', kepedulian terhadap bagaimana dirinya akan diingat oleh generasi mendatang, sebuah investasi terhadap nama baik jangka panjang.
Penjelasan pilihan kata
'Lisaana sidqin' ('buah tutur yang benar', akar lsn+Sdq): frasa yang identik dengan 19:50, dipertahankan dengan terjemahan idiomatis yang sama ('buah tutur' bukan literal 'lidah') untuk konsistensi.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan permohonan dengan warisan reputasi, bukan kekayaan atau kekuasaan, melainkan nama baik yang bertahan lintas generasi.
Renungan dan Hikmah
- Permohonan 'buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian' menunjukkan jenis warisan yang diinginkan Ibrahim, bukan kekayaan material, melainkan nama baik yang terus dikenang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, l-s-n, s-d-q, a-kh-r): lisaana sidq diterjemahkan 'lidah kebenaran (buah tutur yang benar)' (akar l-s-n + akar s-d-q putaran 84; terjemahan lain 'buah tutur yang baik', dipertahankan sidq); aakhiriin diterjemahkan 'orang-orang kemudian' (akar '-kh-r). Selaras.