وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ
dan ampunilah ayahku; sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاغْفِرْ لِأَبِيwa-ghfir li-abiidan ampunilah ayahku
- إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَinnahu kaana mina dh-dhaalliinasesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَاغْفِرْwa-ghfirdan ampunilah
- لِأَبِيli-abiibagi ayahku
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- كَانَkaanaadalah
- مِنَminadari
- الضَّالِّينَdh-dhaalliinaorang-orang yang tersesat
Inti bacaan
Doa yang mengharukan untuk ayahnya sendiri: 'Ampunilah ayahku! Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat', kasih sayang keluarga yang tetap kuat meski menghadapi perbedaan keyakinan mendasar, permohonan yang tulus meski akhirnya akan terbukti tidak sepenuhnya bisa dikabulkan.
Penjelasan pilihan kata
'Daalliina' ('orang-orang yang sesat', akar Dll) dipertahankan literal: permohonan ini muncul di tengah rangkaian doa Ibrahim, sebelum ia mengetahui ketetapan tentang ayahnya (dijelaskan di ayat-ayat lain di luar rangkaian ini).
Tafsiran
Ayat ini menampilkan permohonan personal Ibrahim bagi ayahnya sendiri, disisipkan di tengah doa-doa yang lebih umum: sebuah kepedulian keluarga yang jujur diungkapkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim memohonkan ampunan bagi ayahnya. Orang yang mengusirnya. Permohonan itu diucapkan di tengah doa tentang dirinya sendiri.
- Ia menyebut ayahnya termasuk orang yang sesat. Diakui apa adanya. Memohonkan ampunan tidak menuntutnya menutup mata atas keadaan yang sebenarnya.
- Allah menempatkan permohonan ini di antara doa tentang hikmah dan doa tentang hari kebangkitan. Di tengah. Yang paling pribadi diselipkan di antara yang paling besar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').