تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
"Demi Allah, sungguh kami dahulu benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍta-llaahi in kunnaa la-fii dhalaalin mubiinindemi Allah, sungguh kami dahulu benar-benar dalam kesesatan yang nyata
Terjemahan per kata (6 kata)
- تَاللَّهِta-llaahidemi Allah
- إِنْinjika
- كُنَّاkunnaakami adalah
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Pengakuan terlambat: 'Demi Allah, sungguh kami dahulu benar-benar dalam kesesatan yang nyata', kejujuran yang datang setelah semuanya terlambat untuk mengubah hasil apa pun.
Penjelasan pilihan kata
'Dalaalin mubiinin' ('kesesatan yang nyata', akar Dll+byn): pengakuan terlambat yang bersumpah demi nama yang justru mereka tinggalkan semasa hidup.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan pengakuan pahit: sumpah demi Allah dari mulut mereka yang dulu menolak-Nya, sebuah ironi yang menegaskan keterlambatan kesadaran.
Renungan dan Hikmah
- Sumpah itu memakai nama yang dahulu mereka tinggalkan. Demi Allah, kata mereka. Ironinya direkam apa adanya.
- Pengakuan itu benar, dan itu tidak menolong. Kejujurannya tidak diragukan. Waktunya yang salah.
- Kata nyata dipakai Allah untuk kesesatan mereka sendiri. Bukan samar. Mereka kini menyebutnya terang-terangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, k-w-n, d-l-l, b-y-n): dalaal mubiin diterjemahkan 'kesesatan yang nyata' (akar d-l-l 78 + akar b-y-n). gloss '(di dunia)' dibuang.